Breaking News:

Oknum Guru Cabuli Santri Perempuan di Sekolah dan Kontrakan, Pelaku Bantah Setubuhi Korban

Seorang oknum guru di Soreang Kabupaten Bandung ditangkap setelah dilaporkan mencabuli santri perempuan.

tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Pencabulan 

"Ancaman, belum dimunculkan (di media sosial). Jumlah foto dan videonya masih kita dalami," katanya.

Atas perbuatannya, pelaku terjerat pasal pasal 81 ayat 3 tentang persetubuhan yang dilakukan oleh tenaga pendidik, ini lebih berat kemudian juncto dengan pasal 64 KUHP.

"Pemberatannya, kita lakukan pemberatan tambah 1/3 perbuatan yang berulang, kemudian karena pengajar kita lakukan pemberatan, jadi minimal ancaman pidana lima tahun dan maksimal 15 tahun atau lebih," ucapnya.

Adapun barang bukti yang diamankan polisi berupa, Handphone, CPU komputer, baju lengan panjang warna putih, baju warna kuning, dan rok seragam warna abu.

Pengakuan pelaku

s
EP guru sekolah atau pesantren di Soreang yang mencabuli seorang santriwati sejak 4 tahun lalu. (lutfi ahmad mauludin/tribun jabar)

Keterangan yang disampaikan EP nampak berbeda dengan apa yang disampaikan pihak kepolisian.

EP membantah jika dirinya turut menyetubuhi korban.

Sambil tertunduk, EP mengatakan bahwa aksi bejat yang dilakukannya tidak sampai menyetubuhi.

"Enggak sampai disetubuhi," ujar EP di Mapolresta Bandung, Soreang Kabupaten Bandung, Selasa (26/5/2020).

Lebih lanjut EP mengatakan, dirinya melakukan aksinya tersebut sudah dua tahun.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved