Breaking News:

Oknum Guru Cabuli Santri Perempuan di Sekolah dan Kontrakan, Pelaku Bantah Setubuhi Korban

Seorang oknum guru di Soreang Kabupaten Bandung ditangkap setelah dilaporkan mencabuli santri perempuan.

tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Pencabulan 

SERAMBINEWS.COM - Seorang oknum guru di Soreang Kabupaten Bandung ditangkap setelah dilaporkan mencabuli santri perempuan.

Santri perempuan itu dicabuli gurunya hingga berkali-kali.

Berdasarkan pemeriksaan sementara pelaku mencabuli korban selama kurang lebih empat tahun.

Terungkapnya kasus pencabulan ini berawal ketika orang tua korban melapor ke pihak kepolisian.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan, kejadian itu terjadi di satu sekolah kawasan Kabupaten Bandung.

"Berlangsungnya (pencabulan tersebut) kurang lebih sampai 4 tahun, kejadiannya di salah satu sekolah di wilayah kabupaten Bandung," ujar Hendra, di Mapolresta Bandung, Selasa (26/5/2020).

Dikatakannya bahwa pelaku pencabulan merupakan guru sekolah atau pesantren berinisial EP (36).

EP menjalankan aksinya dengan mengancam korban.

Menurut keterangan korban, pelaku mengancam akan menyebar foto korban tanpa mengenakan hijab.

Sementara di sekolah korban sendiri ada aturan sanksi bila tidak mengenakan hijab.

"Adapun modusnya berdasarkan pengakuan dari korban dengan cara ditakut-takuti (fotonya) akan disebarluaskan melalui media sosial," kata Hendra.

Awalnya, lanjut dia, korban diminta untuk memperlihatkan dirinya dengan tidak menggunakan hijab, dan difoto dengan tidak menggunakan hijab.

"Kemudian di sekolah itu ada aturan kalau tidak menggunakan hijab akan ada tindakan (diberi sanksi)," ujar dia.

Pelaku yang mendapatkan foto korban tanpa hijab justru kembali meminta korban difoto tanpa busana.

Saat itu korban terpaksa menurutinya karena takut dengan ancaman.

"Kondisi ini justru dimanfaatkan oleh pelaku, untuk berhubungan badan dengan cara mengancam (fotonya akan disebar luaskan).

Kegiatan ini sudah berlangsung sampai dengan kurang lebih empat tahun dari korban berumur 14 sampai 17 tahun," katanya.

Dikatakannya bahwa pelaku melakukan aksinya di pesantren dan rumah.

"Pelaku melakukan (aksinya) di tempat situ juga, di pondok pesantren dan di rumah pelaku," katanya.

Hendra menambahkan, foto dan video korban yang diambil pelaku belum disebarkan di media sosial.

"Ancaman, belum dimunculkan (di media sosial). Jumlah foto dan videonya masih kita dalami," katanya.

Atas perbuatannya, pelaku terjerat pasal pasal 81 ayat 3 tentang persetubuhan yang dilakukan oleh tenaga pendidik, ini lebih berat kemudian juncto dengan pasal 64 KUHP.

"Pemberatannya, kita lakukan pemberatan tambah 1/3 perbuatan yang berulang, kemudian karena pengajar kita lakukan pemberatan, jadi minimal ancaman pidana lima tahun dan maksimal 15 tahun atau lebih," ucapnya.

Adapun barang bukti yang diamankan polisi berupa, Handphone, CPU komputer, baju lengan panjang warna putih, baju warna kuning, dan rok seragam warna abu.

Pengakuan pelaku

s
EP guru sekolah atau pesantren di Soreang yang mencabuli seorang santriwati sejak 4 tahun lalu. (lutfi ahmad mauludin/tribun jabar)

Keterangan yang disampaikan EP nampak berbeda dengan apa yang disampaikan pihak kepolisian.

EP membantah jika dirinya turut menyetubuhi korban.

Sambil tertunduk, EP mengatakan bahwa aksi bejat yang dilakukannya tidak sampai menyetubuhi.

"Enggak sampai disetubuhi," ujar EP di Mapolresta Bandung, Soreang Kabupaten Bandung, Selasa (26/5/2020).

Lebih lanjut EP mengatakan, dirinya melakukan aksinya tersebut sudah dua tahun.

"Dua tahun pak, dua tahun," ungkap EP.

EP mengaku khilaf melakukan perbuatannya terhadap santri tersebut.

Ia membantah saat ditanya alasan melakukan aksinya karena tertarik karena korban cantik.

"Enggak, khilaf aja," katanya.

EP melakukan aksinya itu di sekolah dan di rumah kontrakannya.

"Di sekolah dan di kontrakan, di sekolah di ruang seni," tuturnya.

Korban trauma

Seperti diwartakan Tribun Jabar, korban pencabulan yang dilakukan gurunya di Kabupaten Bandung kini masih mengalami trauma.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan.

"Orang tuanya melaporkan dan korban trauma.

Kami juga memberikan bantuan atau bimbingan konseling agar kondisinya bisa sembuh kembali," ujar Hendra di Mapolresta Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (26/5/2020).

Berdasarka pemeriksaan, EP melakukan aksinya sejak korban berusia 14 tahun hingga kini 17 tahun, yakni dari tahun 2016 hingga 2020.

"Nah, sampai dengan saat ini berdasarkan pengakuan dan pemeriksaan, (korban) tidak hamil," kata Hendra.

Hendra menambahkan, pihakya masih mendalami apakah ada korban lain atau tidak.

"Saat ini sedang kami dalami, di komputer ini atau pun di laptop apakah ada korban lain atau tidak karena ada indikasi foto-foto lainnya.

Apakah ada hubungan atau tidak masih kamu dalami," kata Hendra.

Atas kejadian ini, Hendra mengimbau orang tua yang menitipkan siswanya di sekolah agama tersebut agar lebih melakukan pendekatan kepada anak.

"Agar lebih terbuka seandainya ada korban lain, tapi sampai saat ini masih satu korban," ucapnya. (TribunnewsBogor.com/TribunJabar)

Ditahan di Nusakambangan, Habib Bahar Ungkap Kondisinya dan Kronologi Kepalanya Digunduli

Ibu Tewas Dibacok Anak Kandung di Hari Raya ke-2 Idul Fitri, Pelaku Sempat Kabur Berhasil Ditangkap

Update Corona 26 Mei 2020: 23.165 Positif, 5.877 Sembuh, 1.418 Meninggal Dunia, Ini Sebarannya

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Pengakuan Oknum Guru Cabuli Murid Perempuan Berkali-kali di Sekolah dan Kontrakan, Korban Diancam,

Editor: faisal
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved