Dipukul Pandemi Corona, Ekonomi Dubai Kini Mengalami Kesulitan: Bersiap Tinggalkan Kemewahan?

Sejauh ini, Uni Emirat Arab mencatat lebih dari 15.000 infeksi virus corona dengan 146 kasus kematian.

www.timeoutdubai.com
Dubai Skyline 

Sektor jasa di kosmopolitan ini didorong oleh ratusan ribu orang pekerja asing, mulai dari pekerja migran yang super kaya hingga berpenghasilan rendah yang hidup di belakang layar kehidupan kelas atas.

Akankah Dubai melupakan kemewahan?

Geliat ekonomi di Dubai membantu mereka menciptakan dan mengoperasikan kota yang penuh dengan distrik perkantoran berkilauan serta pusat perbelanjaan megah, resor super mewah dan tempat wisata unik seperti lereng ski dalam gedung dan bar di lantai 124 menara tertinggi di dunia, Burj Khalifa.

Sejauh ini, Uni Emirat Arab mencatat lebih dari 15.000 infeksi virus corona dengan 146 kasus kematian.

Beberapa tindakan pembatasan telah dicabut dan banyak bisnis yang sudah dibuka lagi. Namun, untuk pengusaha dan karyawan, ketidakpastian masih membayangi mereka.

Seorang manajer kapal pesiar mengatakan, perusahaannya sekarang diizinkan untuk memulai kembali layanan terbatas tetapi "permintaan sangat sedikit".

Banyak penduduk terlalu takut untuk keluar dari rumah mereka, katanya.

()

Bandara internasional Dubai. (MARWAN NAAMANI/AFP)

Selain itu, ini adalah bulan Ramadan ketika kehidupan sehari-hari cenderung melambat.

"Pada tingkatan ini, kita hanya bisa bertahan sampai akhir tahun atau awal Januari," katanya kepada AFP.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved