Breaking News:

Salam

Kita Bersiap Hidup Secara New Normal

Dalam beberapa hari ini, seiring dengan berkurangnya jangkitan baru Covid‑19, untuk beberapa daerah, pemerintah mengizinkan

TRIBUN/HO/BIRO PERS
Presiden Joko Widodo 

Dalam beberapa hari ini, seiring dengan berkurangnya jangkitan baru Covid‑19, untuk beberapa daerah, pemerintah mengizinkan masyarakat beraktivitas secara new normal. Artinya kita boleh beraktivitas di luar rumah, tapi tetap harus mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Prajurit TNI dan Polri akan disiagakan di mana‑mana untuk mengawasi agar masyarakat menaati  protokol kesehatan terkait virus Corona.

Presiden Joko Widodo sudah meminta jajarannya menyosialisasi secara besar‑besaran mengenai new normal atau tatanan normal baru di tengah pandemi Covid‑19. "Saya minta protokol beradaptasi dengan tatanan normal baru yang sudah disiapkan oleh Kemenkes ini disosialisasikan secara masif kepada masyarakat," kata Jokowi.

Menurut Presiden, sosialisasi yang masif akan membuat masyarakat lebih memahami apa yang harus dilakukan saat beraktivitas di luar rumah. Misalnya, mulai dari menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, hingga soal larangan berkerumun. Hal itu untuk menghindari penularan virus corona atau Covid‑19. Supaya protokol kesehatan dipatuhi, pemerintah menempatkan personel TNI dan Polri di tempat‑tempat umum.

Ya, sejak Covid‑19 mewabah, masyarakat terpaksa berhadapan dengan situasi perubahan yang mengganggu hidupnya. Sejumlah tradisi menjadi lenyap dan berganti cara baru. Kebiasaan silaturahmi, berkumpul, bersalaman, dan sentuhan fisik lainnya dengan orang lain saat ini tak bisa dilakukan karena protokol kesehatan. Suasana bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H yang beru berlalu pun terasa janggal.

Ada yang mengatakan, "Kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini usai. Senyampang situasi belum seimbang (ekuilibrium), orang akan mengalami kegelisahan. Bahkan, jika berkepanjangan dan tidak bisa menyesuaikan diri dengan tata cara hidup baru, orang akan mengalami frustrasi. Munculnya perubahan sosial baru dan permasalahannya perlu segera diantisipasi. Itu bukan urusan pemerintah saja, tetapi seluruh elemen masyarakat. Pada konteks itulah, diperlukan sistem komunikasi harmoni antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah tak bisa dengan segala kuasanya memaksa dengan instruksinya. Masyarakat juga tak boleh ngeyel alias kukuh dengan cara pandangnya."

Para ahli di berbagai negara sudah mengatakan bahwa kita tidak kembali pada situasi kehidupan sebelum pandemi. "Kehidupan baru telah datang. Bertemu kawan, kemudian bersalaman dan berpelukan, kini seakan tak bisa kita lihat lagi. Di mana‑mana kini muncul sarana cuci tangan. Orang bepergian selalu menggunakan masker. Interaksi antarorang menjadi berjarak," kata seorang pakar komunikasi.

Menurutnya, sejumlah perubahan perilaku sosial baru terus berlangsung. Perubahan itu tentu membawa konsekuensi baru dalam kehidupan masyarakat. Konsekuensi baru yang tidak mudah. Larangan mudik adalah contoh nyata. Orang harus menahan rindu untuk bertemu. Orang harus saling menjaga jarak agar badannya tidak terkoyak. Semua hal baru tersebut harus dilakukan dan entah sampai kapan.

Yang paling penting, diingatkan kepada kita semua bahwa munculnya perubahan sosial baru dan permasalahannya perlu segera diantisipasi. Itu bukan urusan pemerintah saja, tetapi seluruh elemen masyarakat. Pada konteks itulah, diperlukan sistem komunikasi harmoni antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah tak bisa dengan segala kuasanya memaksa dengan instruksinya. Masyarakat juga tak boleh bersikukuh dengan cara pandangnya.

Perubahan sosial akibat pandemi apa pun bentuknya sudah mengubah situasi. Beberapa masalah  baru bisa saja muncul dan memerlukan penyelesaian serta penyesuaian. Meski awal persoalan berasal dari aspek kesehatan, penyelesaiannya harus komprehensif yang melibatkan pemikiran dari aspek sosial, politik, ekonomi, dan sebagainya.

Sambil menunggu kebijakan‑kebijakan baru dari pemerintah, maka physical dan social distancing harus tetap kita patuhi. Jangan lupa memakai masker setiap berada di luar rumah. Hindari berkerumun atau keramaian. Terus berusaha dan berdoa agar virus Corona benar‑benar musnah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved