Salam

Sarkawi Pasti Bisa

Bupati Bener Meriah, Tgk Sarkawi, membatalkan pernyataan mundur yang disampaikannya secara lisan di hadapan jamaah

SERAMBINEWS.COM/ BUDI FATRIA
Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi menyambut kedatangan para reje se-Kecamatan Timang Gajah, di Pendopo Bupati Bener Meriah, Rabu (27/5/2020). 

Bupati Bener Meriah, Tgk Sarkawi, membatalkan pernyataan mundur yang disampaikannya secara lisan di hadapan jamaah shalat Idul Fitri di Masjid Babussalam, Simpang Tiga Redelong, Bener Meriah, Minggu (24/6/2020). Sarkawi mengurungkan niat mundurnya setelah mendengar nasehat dari guru ngajinya, ulama, tokoh masyarakat, reje kampung (keuchik), aktivis, dan unsur elemen sipil lain, termasuk para tokoh pendiri kabupaten muda di dataran tinggi Gayo itu.

Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, secara khusus mengirim pesan kepada Sarkawi supaya tetap kuat dan konsisten membela hak-hak rakyat. Sebagai nahdliyin, Sarkawi diyakini pasti bisa dan mampu menghadapi berbagai tantangan dan hambatan politik.

“Banyak pihak, termasuk guru‑guru saya meminta tidak mundur, Mereka menyarankan untuk sementara waktu agar berobat lebih dulu. Karena nasehat‑nasehat dari guru‑guru kami dan dari semuanya, saya tidak mungkin menolak pendapat‑pendapat yang sangat baik. Hasil rapat keluarga kemudian diputuskan bahwa opsi yang diambil adalah mengambil cuti berobat,” kata Sarkawi.

Namun untuk itu, Sarkawi akan terlebih dahulu berkonsultasi dengan Plt Gubernur Aceh, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), termasuk juga dengan dokter yang menangani kesehatan bupati. “Kita akan konsultasi ke Plt Gubernur Aceh dan Mendagri, untuk kondisi seperti ini bagaimana langkah‑langkah yang paling tepat. Termasuk bagaimana langkah untuk mengobati kesehatan kami,” timpalnya.

Saat menyampaikan pernyataan mundurnya pada 1 Syawal 1441 Hijriyah itu, Bupati Sarkawi beralasan antara lain karena faktor kesehatannya yang tak memungkinkan menjalankan kewajiban-kewajiban sebagai pimpinan daerah. “Saya memang masih bisa berjalan, berkendaraan, dan beribadah secara lancar. Hanya saja kalau duduk terlalu lama, baru terasa sakit. Bagian punggung saya terasa nyeri pada tulang belakang.”

Pernyataan mundur itu segera saja mengagetkan banyak kalangan di kabupaten berhawa sejuk itu. Apalagi, selama ini Bupati Sarkawi terlihat sehat-sehat saja dan tanpa keluhan. Lalu, masyarakat juga melihat tidak ada intrik politik di kabupaten itu, kecuali wacana-wacana tentang pengisian jabatan wakil bupati yang kosong.

Jabatan Bupati Bener Meriah sebelumnya diduduki Ahmadi. Namun, yang bersangkutan tersangkut masalah hukum dan harus diberhentikan. Sarkawi  yang menjabat sebagai Wabup diangkat menjadi bupati sehingga kursi jabatan wabup otomatis kosong sudah dua tahun lebih. Belakangan beberapa kalangan memang ada yang mendesak untuk pengisian jabatan wabup. Apakah ini menjadi beban tersendiri bagi Sarkawi yang tak diungkapnya kepada publik?

Jaringan antikorupsi Gayo (Jang Ko) menilai ada tekanan politik hingga Sarkawi sempat mengeluarkan pernyataan mundur dari jabatannya sebagai Bupati Bener Mariah. Duagan itu muncul setelah para aktivis Jang Ko melihat reaksi sejumlah pihak di media sosial pasca pernyataan mundur Sarkawi.

“Kelihatan ada ‘birahi’ kekuasaan. Publik juga bisa menilai sendiri. Makanya hari ini perlu adanya gerakan untuk menyelamatkan orang baik,” pungkas aktivis Jang Ko.

Kita tak ingin menduga-duga ada apa di balik pernyataan mundur Sarkawi yang kemudian sudah diubahnya. Namun, kita percaya betul, bahwa Sarkawi sebagai seorang ulama tahu betul begaimana menjadi pemimpin yang amanah.

“Amanah itu merupakan sifat lurus dan penuh tanggung jawab, yang menjadikan seseorang percaya. Seseorang yang memiliki sifat amin, lurus, jujur, dan dipercaya itulah yang dapat mengamankan dan memelihara sesuatu amanah dengan penuh tanggung jawab. Ciri‑ciri  pemimpin amanah antara lain setiap kali mengucapkan janji, berusaha sekuat tenaga memenuhinya. Pemimpin yang amanah bisa dilihat dari kehati‑hatiannya berjanji. Menepati janji itu merupakan ciri‑ciri menjadi seorang pemimpin bangsa. Ciri lainnya adalah bertanggung jawab terhadap setiap perkara kecil apa pun. Setiap berkata benar‑benar tidak ada keraguan, tidak meremehkan waktu walau sedetik pun,” tulis seorang guru besar filsafat tentan pemimpin yang amanah. Nah?!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved