Kamis, 7 Mei 2026

Abrasi Hancurkan Kuburan Warga Tionghoa  

Sebuah pemakaman umum di pesisir pantai kawasan Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat porak-poranda akibat

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS/SA'DUL BAHRI
Pemakaman warga Tionghoa yang rusak dihantam abrasi di Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Jumat (29/5/2020). 

MEULABOH - Sebuah pemakaman umum di pesisir pantai kawasan Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat porak-poranda akibat dihantam abrasi dan gelombang laut yang kian mengganas. Terjangan gelombang laut yang terjadi di sepanjang pesisir pantai itu terjadi lantaran musim cuaca ekstrem yang melanda kawasan Aceh Barat, sejak dua pekan terakhir.

Keuchik Suak Ribee, Teuku Razali kepada Serambi, Jumat (29/5/2020), mengatakan, pemakaman Tionghoa sudah banyak yang hancur akibat abrasi yang kini terus meluas. Selain itu, jelasnya, puluhan pondok milik pedagang yang dibangun di pinggir pantai juga hancur diterjang ombak sehingga tidak dapat diselamatkan.

"Kondisi abrasi yang terus meluas sudah sangat meresahkan warga saat ini. Kita berharap pihak terkait segera melakukan penanganan agar abrasi tidak merambah ke perumahan penduduk di Desa Suak Ribee,” harap Teuku Razali.

Pantauan Serambi, sejumlah kuburan rusak akibat dikikis abrasi. Seperti beton setiap kuburan sudah banyak yang hancur. Selain itu, puluhan pondok milik pedagang di daerah tersebut juga hancur tidak bisa diselamatkan lantaran terjadi pada malam hari. Jika pengikisan terjadi pada siang hari, kemungkinan sebagian pondok masih dapat diselamatkan dengan mengamankan bahan-bahan bangunannya.

“Kerugian setiap pedagang café sudah mencapai ratusan juta rupiah saat ini. Sebab setiap pondok yang dibangun itu hampir mencapai Rp 10 juta lebih. Abrasi itu terjadi di tiga titik lokasi wisata, masing-masing di Dusun I, II, dan III,” tukas Teuku Razali.(c45)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved