Breaking News:

Mendaftarlah sebagai Siswa Meski di Tengah Pandemi  

PEMERINTAH Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh akan membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang sekolah

FOR SERAMBINEWS.COM
Rachmat Fitri HD, Kepala Dinas Pendidikan Aceh 

PEMERINTAH Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh akan membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan sekolah luar biasa (SLB) Tahun Pelajaran 2020/2021.

Masa pendaftaran dibuka mulai 2-9 Juni 2020. Bagi siswa yang memenuhi syarat dan diterima sebagai peserta didik akan diberi kesempatan melakukan pendaftaran ulang pada 11-16 Juni 2020.

Sebagaimana diberitakan Harian Serambi Indonesia, Jumat kemarin, pedaftaran calon siswa SMA dan sederajat tersebut dilakukan melalui dua cara. Pertama, secara offline, yakni orang tua calon siswa langsung datang ke sekolah atau melalui perangkat gampong masing-masing.

Kedua, pendaftaran juga dapat dilakukan melalui website resmi sekolah yang dituju. Daftar zonasi SMA dapat diakses melalui link http://disdik.acehprov.go.id/ Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Rachmat Fitri HD MPA mengingatkan bahwa pendaftaran itu disesuaikan dengan daya dukung yang tersedia. Ia rincikan bahwa jalur penerimaan tahun ini 50% berdasarkan zonasi, 15% afirmasi, 5% karena alasan perpindahan tugas orang tua, dan 30% karena prestasi.  Ditegaskan pula bahwa pendaftaran calon siswa tanpa dipungut biaya alias gratis.

Nah, kesemua yang disampaikan Kadis Pendidikan Aceh itu tentunya informasi yang sangat penting bagi orang tua yang memiliki anak yang tahun ini akan masuk jenjang sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA). Oleh karenanya, baca dan simak informasi tentang pendaftaran masuk SLTA ini sebaik-baiknya mengingat masa pendaftarannya terbilang pendek, yakni hanya satu minggu. Lengkapi semua persyaratan sehingga anak-anak kita tidak sampai gagal diterima sebagai siswa SLTA tahun ini hanya karena tak lengkapnya syarat administrasi. Atau bisa saja tertolak oleh sebab lain, misalnya menyalahi  istem zonasi.

Orang tua dan calon siswa juga harus cermat sekali memperhatikan daftar zonasi sekolah tersebut sehingga ia tidak salah mendaftarkan anaknya ke SLTA di kawasan nonzona tempat tinggalnya. Ini bisa fatal akibatnya. Selain itu, mengingat masa pendaftaran kali ini dibuka di tengah suasana pandemi Covid-19 maka para peserta perlu kita ingatkan agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan terkait pencegahan Covid-19.

Konkretnya, saat mendaftarkan anak secara langsung ke sekolah favoritnya orang tua dan si anak wajib memakai masker.

Petugas penerima pendaftaran pun harus bermasker juga demi mencegah penularan virus corona di lingkungan sekolah. Untuk itu, pihak sekolah juga harus menyediakan fasilitas cuci tangan plus sabun cair lengkap dengan tisu kering agar para pendaftar dapat menggunakan fasilitas tersebut dengan mudah dan komplit setelah mendaftarkan anaknya.

Dukungan aparat gampong juga sangat kita harapkan dalam masa pendaftaran ini demi mencegah berkumpulnya warga dalam jumlah relatif banyak sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19.

Pendeknya, meski suasananya sangat berbeda dibandingkan masa pendaftaran calon siswa pada tahun lalu dan sebelum-sebelumnya, toh seluruh orang tua harus memanfaatkan peluang ini untuk mendaftarkan anaknya masuk SLTA.  Kesempatan seperti ini datangnya hanya setahun sekali. Jadi, jangan lengah. Manfaatkan kesempatan emas ini agar anak dipastikan bisa ikut rombongan belajar tahun ini meskipun dalam suasana pandemi Covid-19.

Hal lain yang juga sangat perlu kita komentari adalah pendaftaran calon siswa yang ditegaskan tidak dipungut biaya apa pun. Ketentuan ini sangat penting kita jaga dan patuhi bersama. Jangan sampai ada kepala sekolah atau dewan guru yang diam-diam mengutip uang pendaftaran dengan dalih sumbangan sukarela atau untuk sekadar uang rokok atau uang kopi petugas. Praktik pungli seperti ini tidak boleh dibiarksn tumbuh berkecambah di sekolah-sekolah negeri. Setiap orang tua harus berani melaporkan ke Dinas Pendidikan Aceh atau ke Ombudsman RI Perwakilan Aceh atau langsung ke Tim Saber Pungli Aceh tentang adanya praktik pungli dalam pendaftaran calon siswa. Kinilah saatnya penyakit pungli ini kita perangi bersama, seperti seriusnya kita memerangi virus corona yang belum ada vaksinnya. Semoga membuahkan hasil.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved