Belajar dari Rumah Diperpanjang

Pemerintah Aceh kembali memperpanjang kegiatan belajar dari rumah. Sesuai dengan Instruksi Gubernur (Ingub) Aceh

IST
Zahrol Fajri, Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat (Karo Isra) Setda Aceh 

* 5 Juni Angkutan Umum Boleh Masuk Aceh Lagi

 BANDA ACEH - Pemerintah Aceh kembali memperpanjang kegiatan belajar dari rumah. Sesuai dengan Instruksi Gubernur (Ingub) Aceh Nomor 08/INSTR/2020, perpanjangan ditetapkan hingga 20 Juni 2020 mendatang. Sebelumnya kegiatan belajar dari rumah ini direncanakan hingga 30 Mei 2020.

Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat (Karo Isra) Setda Aceh, Zahrol Fajri, Sabtu (30/5/2020), menjelaskan, perpanjangan kegiatan belajar dari rumah ini merupakan bagian dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Aceh. Ia menyebutkan, Ingub Nomor 08/INSTR/2020 ditandatangani Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Sabtu kemarin.

“Sesuai dengan Instruksi Gubernur Aceh Nomor 04/INSTR/2020 yang ditandatangani pada Maret 2020 lalu, diatur bahwa pelaksanaan kegiatan belajar dari rumah dilaksanakan hingga 30 Mei 2020, salah satu poinnya adalah pelaksanaan belajar dari rumah hingga tanggal 30 Mei 2020. Instruksi Nomor 08/2020 ini berisi perpanjangan kegiatan belajar dari rumah hingga 20 Juni,” kata Zahrol Fajri.

Zahrol menambahkan, instruksi ini ditujukan kepada Bupati/Wali Kota se-Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh.

“Ada 5 poin dalam Ingub 08/2020 ini. Poin pertama menjelaskan perpanjangan belajar di rumah untuk semua sekolah, madrasah, dayah terpadu/tahfidz, dan lembaga pendidikan lainnya seperti taman pendidikan Qur’an, majelis taklim, madrasah diniyah takmiliyah, program kesetaraan, lembaga kursus dan pelatihan,” sambung Zahrol.

Poin kedua, sambungnya, mengatur tentang mekanisme belajar dari rumah, baik secara daring/jarak jauh/online maupun secara luring/manual/offline.  Poin ketiga menjelaskan tentang proses ujian, kenaikan kelas dan kelulusan siswa agar berpedoman pada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Tanggap Darurat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Poin ke empat dan ke lima sangat tegas. Dilarang melakukan semua kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa, seperti kegiatan perpisahan siswa di sekolah, perlombaan-perlombaan, peringatan hari besar Islam, MTQ/MQK, zikir, pengajian, majelis taklim dan lain-lain. Poin kelima menegaskan agar semua pihak melaksanakan instruksi ini dengan penuh tanggungjawab,” kata Zahrol.

Angkutan Umum

Terpisah, Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani, mengumumkan bahwa terhitung mulai 5 Juni 2020, pukul 00.00 WIB, semua angkutan umum dari luar diperbolehkan kembali masuk ke Aceh. Tetapi ada syaratnya, sopir dan semua penumpang wajib memakai masker dan membawa surat bebas Covid-19 (Corona).

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved