Berita Banda Aceh

Ketua PDIP Sebut Aceh Butuh Gagasan Pembangunan, Bukan Debat Cari Siapa yang Benar atau Salah

"Aceh butuh gagasan pembangunan, bukan perdebatan tentang pelaku sejarah atau tantangan kekinian yang hanya sebatas mencari siapa benar dan salah."

FOR SERAMBINEWS.COM
Muslahuddin Daud, Ketua DPD PDI-P Aceh 

"Aceh butuh gagasan pembangunan, bukan perdebatan tentang pelaku sejarah atau tantangan kekinian yang hanya sebatas mencari siapa benar dan salah."

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua DPD PDI-P Aceh, Muslahuddin Daud mengungkapkan Aceh saat ini membutuhkan gagasan atau ide-ide terkait pembangunan dalam rangka meraih kemajuan.

Selama ini, menurutnya, perdebatan elit Aceh masih sebatas mencari siapa yang benar dan salah.

Hal itu disampaikan Muslahuddin kepada Serambinews.com, Senin (1/6/2020) sebagai refleksi peringatan Hari Lahir Pancasila.

"Aceh butuh gagasan pembangunan, bukan perdebatan tentang pelaku sejarah atau tantangan kekinian yang hanya sebatas mencari siapa benar dan siapa salah," katanya.

Melalui Hari Lahir Pancasila, dia juga mengajak semua selalu mengedepankan semangat persatuan.

Aceh Kembali Buka Pasar Ekspor ke Singapura, 500 Kilogram Tuna Dikirim ke Negeri Singa

"Kami mengajak semua untuk ikut memberikan sumbangsih terbaik dalam menjaga semangat kegotong royongan yang terkandung di dalam Pancasila," ujar pria yang gemar bertani tersebut.

Di tengah berbagai persoalan pembangunan yang dihadapi saat ini, lanjut mantan karyawan World Bank alias Bank Dunia itu, sikap kegotongroyongan harus dapat menjadi landasan masyarakat dalam menjawab berbagai persoalan dan tantangan yang ada.

"Di tengah geliat kompetisi global saat ini, kita di Aceh harus dapat kembali menunjukkan kedigdayaan kita sebagai daerah yang maju dan daerah yang mampu mensejahterakan rakyatnya sebagaimana sejarah telah menuliskannya," ungkapnya.

Pasca Lebaran, Harga Dua Komoditas Pangan Bergerak Naik, Apa Saja!

Dalam perjalanan sejarah Indonesia, lanjutnya, Pancasila terbukti mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi, baik dalam bidang ekonomi, sosial, tata negara, hubungan luar negeri dan tantangan abad kekinian yaitu kebebasan berekspresi sebagai komitmen logis era kemajuan teknologi.

"Tantangan yang dihadapi dalam kemajuan teknologi infromasi ini tidak dapat dianggap remeh, karena terbukti saat ini siapa saja, bahkan hampir dari mana saja kita dapat mentransmisikan berbagai konten dan dalam hitungan detik bisa sampai ke seluruh belahan dunia," tambahnya.

Karena itu, dia meminta masyarakat untuk menjiwai semangat persatuan dan untuk senantiasa berada di dalam sebuah kesadaran untuk mengedepankan kesatuan dan persatuan dalam menghadapi berbagai perbedaan pandangan, ide, maupun gagasan.(*)

Realisasi Belanja Covid-19 di Aceh Besar Mencapai Rp 28,48 Miliar

VIDEO - Kecelakaan Maut di Aceh Timur, Dua Bocah Meninggal Dunia

Viral Suami Pukul Wajah dan Antuk Kepala Istri, Diduga Soal Biaya Belanja Rumah Tangga

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Ibrahim Aji
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved