Berita Aceh Barat

Musisi Aceh Barat Terpaksa Jual Alat Musik untuk Bertahan Hidup,Akibat Larangan Tampil di Panggung  

Secara menyeluruh para pekerja musik atau musisi di Kabupaten Aceh Barat telah kehilangan pekerjaan atau job yang telah tertutup habis saat ini...

SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI
T Nasruddin, Wakil Ketua Harian Komunitas Insan Musik se-Pantai Barat (mengenakan topi putih), didampingi rekannya Harry Syahputra, Senin (1/6/2020) menyampaikan keluhan dalam jumpa pers dengan wartawan di Posko Peliputan Covid-19 di Meulaboh, terkait para musisi di Aceh Barat yang sedang didera krisis ekonomi akibat Covid-19. 

Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Secara menyeluruh, para pekerja musik atau musisi di Kabupaten Aceh Barat telah kehilangan pekerjaan atau job yang telah tertutup habis saat ini, akibat dampak dari Corona Virus Disease (Covid-19).

Betapa tidak, job yang sering didapatkan pada kegiatan hajatan, dan kegiatan hiburan lainnya kini sama sekali tidak bisa dijalankan lagi, hal itu terjadi sejak dilarangnya keramaian di masyarakat sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran wabah Covid-19.

Ekses dari hal tersebut telah mengakibatkan para musisi harus menjual berbagai peralatan alat musik, guna untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya masing-masing di tengah Pandemi Covid-19.

 "Saya terpaksa harus menjual alat musik, untuk bertahan hidup di tengah Pandemi Covid-19, kalau tidak kita jual, maka dapur tidak berasap, artinya kalu alat musik tidak saya jual, maka tidak ada uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga di rumah,” ungkap T Nasruddin alias Lem Ben (51), Wakil Ketua Harian Komunitas Insan Musik se-Pantai Barat kepada Serambinews.com di Posko Peliputan Covid-19 di Meulaboh, Senin (1/6/2020), di damping sejumlah musisi lainnya.

Disebutkan, bahwa bermain musik atau hiburan di tempat hajatan atau pesta salah satu pekerjaan yang ditekuni oleh para para seniman musik selama ini yang sudah menjadi sumber pendapatan mereka, namun dengan ada larangan keramaian di tengah masyarakat, maka pekerjaan tersebut  sama sekali tidak bisa dijalankan lagi.

Terkait hal tersebut, pihaknya menaruh harapan besar kepada pemerintah agar memberikan solusi kepada komunitas pekerja seni, sehingga mendapat pekerjaan atau penghasilan untuk menopang ekonomi keluarga yang sedang diderita oleh para musisi di Aceh Barat saat ini.

“Kondisi ekonomi kami musisi sebagian besar saat ini sedang sekarat. Akibat dampak Covid-19 sejak pelarangan tidak boleh ada keramaian sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran wabah corona, seperti tidak boleh ada kegiatan hajatan, pesta dan hiburan lainnya yang berbetuk kerumunan masa atau keramaian, sementara job kami hanya dari kegiatan seperti itu. Saya sudah lebih 30 tahun bergerak di bidang musisi, baru kali ini merasakan dampak kesulita ekonomi yang cukup berat," ungkap Lem Ben, suami dari Marlina Umar artis Aceh seorang biduan penyanyi yang mendampingi setiap kegiatan.

Diakui Lem Ben, bahwa baru-baru ini ia pernah mendapatkan bantuan dana Covid-19 dari Pemerintah Aceh Barat senilai Rp 250 ribu yang merupakan bantuan sosial, akan tetapi itu didapatkan sebelum lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah/ 2020 Masihe. Jumlah tersebut tentu sangat tidak mungkin bisa menghidupi lima orang anak di rumah. Kami para musisi berharap pemerintah memberikan solusi agar mereka bisa mendapatkan pekerjaan untuk bertahan hidup di tengah pandemi corona ini.(*)

Pasca Lebaran, Harga Dua Komoditas Pangan Bergerak Naik, Apa Saja!

Gua Sakral Suku Aborigin Berusia 46.000 Tahun Diledakkan, Perusahaan Rio Tinto Minta Maaf

Herman RN, Butuh Lima Tahun Menembus KOMPAS, Dua Tahun Menembus SERAMBI  

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved