Salam

Belum Saatnya Siswa Belajar Tatap Muka

Pemerintah Aceh memperpanjang kegiatan belajar dari rumah hingga 20 Juni 2020. Dalam Instruksi Gubernur Aceh Nomor 08/2020

FOR SERAMBINEWS.COM
Tim pencegahan Covid-19 Kota Banda Aceh melakukan penyemprotan di sekolah dalam wilayah Kota Banda Aceh, Kamis (28/5/2020). 

Pemerintah Aceh memperpanjang kegiatan belajar dari rumah hingga 20 Juni 2020. Dalam Instruksi Gubernur Aceh Nomor 08/2020 tentang Perpanjangan Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Tanggap Darurat Covid‑19, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, juga mengingatkan masyarakat supaya patuh pada protokol kesehatan dalam setiap aktivitas di di luar rumah.

Kita setuju pada kebijakan Pemerintah Aceh yang memperpanjang masa sekolah dari rumah. Pertama, karena virus itu memang masih ada di sekitar kita dengan indikasi adanya pasien-pasien positif baru. Kedua, pemerintah kita mulai dari pusat hingga ke daerah-daerah memang belum cukup siap menghadapi risiko terburuk yang bisa muncul akibat pembukaan sekolah.

Sedangkan kebijakan aktivitas sekolah secara nasional, hingga kemarin masih kontroversial. Kemendikbud menyatakan tetap akan memulai tahun pembelajaran baru 2020/2021 pada 13 Juli 2020. Tapi, kalangan lain melihat waktunya belum tepat untuk memulai membuka sekolah. Kemendikbud dan Pemerintah Pusat pada umumnya diingatkan supaya sangat berhati-hati membuat keputusan. Kemendikbud sangat diharapkan tidak mengambil keputusan yang terburu-buru dan keliru.

Di antara yang memprotes rencana pembukaan sekolah di musim pandemi Covid-19 ini adalah  Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Organisasi dokter ini menganjurkan sekolah baru mulai masuk pada Desember 2020. "Dengan memperhatikan jumlah kasus konfirmasi Covid‑19 yang masih terus bertambah, mulai melonggarnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kemungkinan terjadi lonjakan jumlah kasus kedua dan masih sulitnya menerapkan pencegahan infeksi pada anak‑anak, maka Ikatan Dokter Anak Indonesia menganggap perlu memberikan anjuran (kepada Kemendikbud)."

Ada lima poin anjuran IDAI tentang proses belajar mengajar di masa pandemi, salah satunya sekolah tidak dibuka setidaknya sampai bulan Desember 2020. IDAI menganjurkan agar kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan melalui skema pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik secara dalam jaringan maupun luar jaringan. Pembukaan kembali sekolah‑sekolah, dapat dipertimbangkan jika jumlah kasus Corona sudah menurun.

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi mengingatkan Kemendikbud supaya tidak gegabah membuka aktivitas sekolah di tengah pandemi Covid‑19,  mengingat ada risiko besar yang mengancam pihak terkait. "Dibuka atau tidak, kami berharap harus dievaluasi terus‑menerus perkembangan dari tren penyebaran Covid‑19. Jangan sampai seperti di Eropa, Finlandia, ketika dianggap melandai, sekolah dibuka sehari (langsung) guru dan anak‑anak terinfeksi banyak banget," ujarnya.

Unifah menganggap, pembukaan sekolah tanpa melihat tren penyebaran virus itu memiliki risiko besar. Kalau sampai Juli penyebaran masih tinggi, PGRI meminta Kemendikbud tetap menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). "Catatannya pemerintah menyiapkan model PJJ. Jangan semua diserahkan kepada guru. Kasihan gurunya mereka‑reka. Di satu sisi melakukan PJJ, di sisi lain guru tetap harus lapor ke pengawas dan kena target kurikulum," tuturnya.

Setelah mendapat protes bahkan kecaman dari berbagai kalangan, akhirnya piejabat Kemendikbud menjelaskan bahwa memulai tahun ajaran baru bukan berarti sekolah akan melakukan tatap muka, tapi proses pembelajaran bisa berlangsung dengan metode-metode lain yang nontatap muka. Artinya, tahuin ajaran baru bisa saja dimulai dengan proses belajar mengajar jarak jauh seperti yang berlangsung sejak pertengahan hingga akhir semester lalu.

Kita juga setuju bahwa tahun ajaran baru tetap dimulai tapi dengan metode belajar yang bukan tatap muka langsung di sekolah. Sebab, dengan kondisi wabah Corona seperti saat ini, banyak sekali orangtua murid yang belum “rela” anaknya belajar di sekolah. Selain itu, masyarakat juga bisa melihat bahwa pemerintah belum cukup siap menghadapi kemungkinan munculnya keadaan paling buruk jika dilangsungkan sekolah tatap muka. Bahkan, jika ditanya pada guru pasti akan sangat banyak yang mengaku ketakutan jika harus memulai mengajar di sekolah dalam kondisi pandemi Covid-19. Jadi, memang belum saatnya sekolah melangsungkan aktivitas belajar dan mengajar secara tatap muka jika kondisinya belum betul-betul bersih dari Corona.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved