Pemerintah Aceh Gratiskan Pemeriksaan Covid-19

Pemerintah Aceh menggratiskan pemeriksaan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), baik dengan rapid test maupun sistem Real

For Serambinews.com
Jubir Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani. 

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh menggratiskan pemeriksaan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), baik dengan rapid test maupun sistem Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Pelayanan gratis ini diberikan kepada penduduk Aceh untuk kebutuhan medis, kebutuhan administratif, maupun pada skrining massal.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Saifulah Abdulgani, sesuai arahan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT, yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Aceh.

"Bapak Plt Gubernur Aceh menegaskan, pemeriksaan rapid test dan pemeriksaan RT-PCR untuk Covid-19 di RSUZA, gratis," kata Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu kepada wartawan, Minggu (31/5/2020) malam.

Ia menjelaskan, Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif, selaku Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Aceh, saat ini sedang mempersiapkan mekanisme pendaftaran dan prosedur pemeriksaan virus Corona secara gratis tersebut di Posko Covid-19 Bidang Kesehatan atau di rumah sakit rujukan yang ditunjuk.

"Kami akan umumkan kepada masyarakat mekanisme pendaftaran dan prosedur pemeriksaannya. Insya Allah, hari Selasa besok," tambah SAG.

Ditanya terkait sumber anggaran, SAG menjelaskan, semua biaya untuk pemeriksaan gratis itu dibebankan pada alokasi anggaran BTT (belanja tak terduga), dan refocusing APBA untuk bidang kesehatan.

"Pemerintah Aceh juga memanfaatkan bantuan pemerintah melaui BNPB dan Kemenkes RI, seperti unit rapid test, APD, BHP (bahan habis pakai), dan regensia kebutuhan pemeriksaan swab di Balai Litbangkes Aceh Kemenkes RI," jelasnya.

Rapid test massal

Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, juga mengintruksikan Gugus Tugas (Gusgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh untuk melakukan rapid test massal secara gratis. Plt Gubernur memasang target minimal 25 ribu penduduk Aceh bisa dites dalam waktu dekat ini.

"Rapid test massal itu dilakukan berdasarkan pertimbangan epidemiologis, dan pelayanan ini diberikan secara gratis," ujar SAG.

Ia mengatakan, secara teknis operasional, intruksi tersebut segera ditindaklanjuti oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Gusgas Covid-19 Aceh, dr Hanif, pada kesempatan pertama, dengan berkoordinasi dengan Gusgas Covid-19 kabupaten/kota di seluruh Aceh.

SAG menyebutkan, Gusgas Covid-19 Aceh telah mendisistribusikan sebanyak 13.460 unit alat rapid test kepada Gugus Covid-19 kabupaten/kota, melalui dinas kesehatan dan rumah sakit pada Maret 2020 lalu. Alat rapid yang telah dipergunakan sekitar 5.469 unit, dan masih ada sisa sekitar 7.991 unit lagi yang siap dipergunakan.

Ia menambahkan, selain stok alat rapid di kabupaten/kota, masih ada ready stock sekitar 13.320 unit lagi yang siap didistribusiakan oleh Gusgas Covid-19 Aceh Bidang Penanganan Kesehatan. "Apabila rapid test unit yang tersedia belum cukup, segera diantisipasi karena persediaan di pasar juga masih terbatas," kata SAG sesuai arahan Ketua Gusgas Covid-19 Aceh, Ir Nova Iriansyah.

SAG menambahkan, intruksi Plt Gubernur Nova itu disampaikan dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, usai upacara Peringatan Hari Lahirnya Pancasila melalui video conference di Pendopo Gubernur Aceh, Senin pagi kemarin. Pangdam Iskandar Muda dan Kapolda Aceh akan mendukung sepenuhnya melalui unit kesehatan masing-masing.

"Bapak Pangdam Iskandar Muda dan Bapak Kapolda Aceh memberi dukungan sepenuhnya melalui tenaga-tenaga kesehatan TNI/Polri yang ada di provinsi dan kabupaten/kota," ujar SAG.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved