Breaking News:

Donald Trump Berlakukan Darurat Sipil di Sejumlah Kota untuk Cegah Kerusuh Meluas

Aksi unjuk rasa di Amerika Serikat terkait kematian pria kulit hitam, George Floyd, memasuki hari kedelapan dan belum ada tanda-tanda surut.

EPA/SHAWN THEW VIA ANADOLU AGENCY
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump ke luar dari kampus dekat Gedung Putih. Dia berjalan ke Gereja St. Johns dengan Alkitab yang dia pegang. Trump kemudian berdiri dan berfoto di depan gereja untuk waktu yang singkat dan tidak masuk ke dalam gereja bersejarah yang dibakar massa itu. Dia kembali ke Gedung Putih di bawah pengamanan ketat. 

Dalam beberapa kasus, para pemimpin polisi mengatakan aksi kekerasan yang dilakukan pendemo di jalanan membuat mereka tidak punya pilihan lain.

Presiden Donald Trump telah mendorong para pejabat lokal meningkatkan unjuk kekuatan mereka. Tetapi pengunjuk rasa dan kritikus polisi berpendapat beberapa petugas meningkatkan tindakan mereka.

Rekaman video dan foto dari di seluruh negeri menunjukkan polisi menembakkan gas air mata ke arah kerumunan massa. Kadang-kadang gas air mata ditembakkan ke arah pelaku kekerasan dan penjarahan.

Namun tak jarang gas air mata juga diarahkan kepada peserta aksi damai.

Para pejabat di beberapa kota mengatakan mereka sedang menyelidiki tuduhan sejumlah oknum petugas telah menggunakan kekuatan berlebihan terhadap pendemo.

(

Polisi Detroit menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstran yang melakukan aksi unjuk rasa atas kematian George Floyd, di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020) waktu setempat. Meninggalnya George Floyd, seorang pria keturunan Afrika-Amerika, saat ditangkap oleh polisi di Minneapolis beberapa waktu lalu memicu gelombang aksi unjuk rasa dan kerusuhan di kota-kota besar di hampir seantero Amerika Serikat. AFP/Seth Herald (AFP/Seth Herald)

)

Di Atlanta, dua petugas dipecat setelah polisi mengatakan mereka memecahkan kaca sebuah kendaraan, menarik dua pengunjuk rasa keluar dari mobil, dan melakukan tindakan kasar.

Muncul pula laporan kekerasan terhadap para wartawan yang melakukan tugas peliputan.

Seorang fotografer di Minneapolis mengatakan ditembak peluru karet. Juga di Minneapolis, seorang awak CNN ditangkap saat memberikan laporan televisi langsung namun dibebaskan sekitar satu jam kemudian.

Sedangkan di Nebraska, seorang pengunjuk rasa tewas setelah ditembak pemilik seorang anak pemilik bar.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved