Breaking News:

Salam

Haji Itu Panggilan-Nya, Maka Jangan Bersedih

Menteri Agama, Fachrul Razi, sudah mengumumkan pembatalan keberangkatan haji tahun 1441 Hijriah (2020) karena sampai awal pekan

kemenag.go.id
Menag Fachrul Razi 

Menteri Agama, Fachrul Razi, sudah mengumumkan pembatalan keberangkatan haji tahun 1441 Hijriah (2020) karena sampai awal pekan ini Kerajaan Arab Saudi belum membuka akses bagi jamaah haji dari negara mana pun lantaran Covid-19 masih mewabah di mana-mana.

“Akibatnya pemerintah tidak mungkin lagi memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan, utamanya dalam pelayanan dan perlindungan jamaah. Berdasarkan kenyataan tersebut, pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji pada tahun 2020 atau tahun 1441 Hijriah ini," kata Menteri Agama.

Artinya, pembatalan itu tidak hanya berlaku untuk jamaah yang menggunakan kuota haji pemerintah yang regular dan khusus, tetapi juga berlaku bagi jamaah pengguna visa haji mujamalah atau undangan, atau furada yang menggunakan visa khusus terbitan Pemerintah Arab Saudi. "Jadi tahun ini tidak ada pemberangkatan haji dari Indonesia bagi seluruh warga Indonesia," tegas Fachrul Razi.

Tentu saja, pengumuman itu ditangisi banyak calon jamaah haji, termasuk di Aceh. Banyak calon jamaah, terutama yang lanjut usia menangisi pengumuman dari Menteri Agama itu, meskipun mereka tahu bahwa itu keputusan yang terpaksa karena adanya wabah virus Corona yang kini sedang melanda dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi yang sudah menutup atau membatasi aktivitas di Masjidil Haram Mekkah dan Masjid Nabawi Madinah sejak bulan Maret 2020.

Menurut data di Kanwil Kemenag Aceh, kuota jamaah haji Aceh tahun ini 4.378 orang. Dari jumlah itu, 4.187 orang sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dan sisanya 191 jamaah belum melakukan pelunasan.

Terhadap calon jamaah yang telah melunasi Bipih, akan menerima manfaat hasil pengelolaannya dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Manfaat pengelolaan Bipih tersebut akan diserahkan kepada jamaah secara penuh paling lambat 30 hari sebelum pemberangkatan jamaah haji kloter 1 pada musim haji 1442 H/2021 M mendatang.

Pemerintah juga memastikan para calon jamaah haji Aceh yang sudah melunasi Bipih akan diberangkatkan pada tahun depan. Ongkos haji nantinya juga akan dilakukan penyesuaian. Bila  ongkos haji naik, jamaah cukup menambahkan berapa yang kurang, dan jika turun, setoran jamaah akan dikembalikan sesuai dengan jumlah yang lebih.

Calon-calon jamaah yang tertunda keberangkatan hajinya memang wajar menangisi pengumuman yang sangat terpaksa itu. Apalagi, mereka jauh-jauh harus sudah menyiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Mereka sudah melaksanakan manasik haji secara mandiri maupun berkelompok dalam beberapa bulan terakhir.

Naik haji adalah impian besar semua muslim. Betapa tidak, ibadah haji adalah puncak pencapaian spiritual seorang muslim yang kegiatannya paling lengkap. Di dalamnya terdapat kegiatan fisik, lisan, dan rohani serta pengorbanan jiwa, waktu,dan harta. Kegiatan fisik berupa perjalanan dari tanah air ke Saudi Arabia yang menempuh jarak jauh dengan biaya besar serta kegiatan ibadah haji yang melelahkan karena harus bergerak dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu yang singkat.

Kegiatan lisan berupa lidah yang senantiasa mengumandangkan senandung talbiyah, takbir, dzikir, dan doa untuk menempatkan Allah di atas puncak kebesaran‑Nya serta mengecilkan keinginan terhadap harta, wanita dan tahta yang kerap memalingkan kita dari cahaya Ilahi. Kegiatan rohani berupa penjagaan hati agar selalu bersih, ikhlas dan lurus dalam upaya mencapai haji Mabrur serta penyerahan diri dalam rangka mencari ridha Allah.

Hikmah yang bisa kita petik dari pelaksanaan ibadah haji antara lain adalah dapat menyaksikan secara langsung Masjidil Haram, Ka’bah, tempat turunnya Alquran, serta tempat‑tempat bersejarah dalam kehidupan Rasulullah SAW dan penyebaran Islam. Umat Islam yang mengunjungi tempat‑tempat tersebut diharapkan dapat menghayati nilai‑nilai keimanan, ketakwaan, keikhlasan, kepahlawanan, dan pengorbanan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam menyebarkan agama Islam.

Namun, harus diingat bahwa berhaji itu adalah panggilan Allah Swt, maka bersabarlah menunggu panggilan-Nya. Dan, terus berdoa serta berupaya agar virus Corona segera musnah dari bumi.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved