Breaking News:

Kupi Beungoh

Teladan Modal Sosial Almarhum Haji Abdurrahman Kaoy

Sebagai ulama dan budayawan Aceh “bergelar” singa podium, beliau meninggalkan banyak sekali teladan bagi generasi masa depan Aceh.

IST
Mantan Dekan Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry, A Rahman Kaoy meninggal dunia, Sabtu (23/5/2020). 

Kalau ya, kenapa kondisi Aceh sekarang sangat jauh di bawah kondisi/kehebatan di masa Iskandarmuda? Beliau selalu “berapi-api” kalau bercerita sebagaimana ketika berpidato atau menyampaikan ide dalam forum-forum ilmiah. Keluasan khasanah dan praktik ilmu dakwak yang beliau kuasai diakui oleh banyak pihak.

Salah satunya diungkapkan oleh Wakil Rektor-I UIN Ar-Raniry ketika mewakili Rektor menyampaikan tausiyah pelepasan atas berpulangnya ke rahmatullah Prof. Dr. M. Nasir Budiman pada hari ke-2 Idul Fitri dengan pernyataan “Beliau, Haji Abdurrahman Kaoy juga layak disebut profesor dalam bidang ilmu dakwah dan budaya dengan telah banyak sekali menulis, mendidik dan mengkader ahli dan praktisi pendakwah hebat dan pemerhati budaya dan adat-istiadat.”

Keberanian, keteguhan dalam menyuarakan kebenaran, kesederhanaan gaya hidup dan kemurahan hati atau bersemangat dalam menyumbang merupakan modal sosial yang sangat urgen untuk kita kontribusikan dalam memperbaiki tatanan kehidupan masyarakat.

Sebagai anggota masyarakat yang memiliki kelebihan pengetahuan  dan material di berbagai wilayah Aceh, mari kita menjadi lebih sensitif berempati dalam merasakan kesusahan hidup sebagian anggota atau keluarga masyarakat kita dengan berkontribusi maksimal untuk mengangkat derajat kelompok miskin atau rentan miskin keluar dari kemiskinan mereka.

Almarhum Haji Abdurrahman Kaoy telah berkontribusi secara maksimal dengan sejumlah modal sosial yang beliau telah jalankan termasuk yang paling akhir menyatakan kepada ahli warisnya bahwa satu unit rumah beliau di Jalan Salam Lampriek Banda Aceh beliau hibahkan untuk dijadikan lembaga pendidikan agama yang akan dijalankan keponakan/kerabat beliau bersama para praktisi pendidikan.

Beliau juga telah menghibahkan semua kitab dan koleksi adat/budaya (pedang, rencong, topi, baju dan lainnya) untuk ditempatkan pada satu corner di Masjid Al-Makmur Lampriet. Nah, jangan sampai kita terlalu terlambat menyusulnya!!! 

*) PENULIS adalah dosen Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry dan Anggota Pokja Analisis pada Tim Koordinasi Percepatan Penanggulan Kemiskinan (TKP2K) Aceh. Email: lukman.ibrahim@ar-raniry.ac.id

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved