Breaking News:

Salam

Corona Bukan Aib,Ikhlaslah Diswab

DUA berita di halaman 1 Harian Serambi Indonesia, Jumat (5/6/2020) kemarin berkisah tentang perlunya rapid test dan uji swab menggunakan

FOR SERAMBINEWS.COM
Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman bersama Rektor Unsyiah Samsul Rizal saat memantau tes swab Corona di bala kota, Kamis (4/6/2020). 

DUA berita di halaman 1 Harian Serambi Indonesia, Jumat (5/6/2020) kemarin berkisah tentang perlunya rapid test dan uji swab menggunakan metode real time polymerase chain reaction (RT PCR) dilakukan secara massal di Aceh.

Hal itu disinggung dalam berita berjudul Protokol Kesehatan Diperketat, Rapid Test Massal Ditargetkan untuk 20.200 Orang. Dalam berita satunya lagi disebutkan bahwa Pemko Banda Aceh bersama Universitas Syiah Kuala lakukan tes swab massal gratis.

Dalam berita pertama dinyatakan oleh Asisten II Sekda Aceh, Teuku Ahmad Dadek SH bahwa Plt Gubernur Aceh

sudah mengeluarkan instruksi agar bupati dan wali kota se-Aceh agar meminta kepala dinas dan direktur rumah sakit daerah masing-masing melaksanakan pemeriksaan Covid-19 melalui rapid test massal.

Sasaran yang akan dirapid test adalah pegawai perkantoran, dayah, pedagang, pelayan dan pengunjung supermarket/mal, dan petugas kebersihan. Total target yang akan dirapid test mencapai 20.200 orang dengan target waktu sampai dengan 15 Juni 2020.

Dalam instruksi gubernur itu disebutkan bahwa jumlah orang yang dites dari setiap kelompok sasaran bervariasi. Misalnya, di Banda Aceh dari perkantoran diambil 200 orang, dayah 800 orang, pedagang 600 orang, supermarket/ mal 200 orang, dan petugas kebersihan 200 orang.

Totalnya 2.000. Ditegaskan juga bahwa pemeriksaan Covid-19 melalui rapid test dan/atau swab untuk kepentingan medis maupun nonmedis tidak dikenakan biaya. Sementara itu, dalam pemberitaan kedua dinyatakan bahwa untuk mendeteksi Covid-19 Pemko Banda Aceh dan Unsyiah akan menyasar 0,5 persen dari 260.000 populasi penduduk atau sekitar 1.300 warga kota.  Baik Wali Kota Banda Aceh maupun Rektor Unsyiah sama-sama menyatakan bahwa swab massal ini penting

untuk mendapatkan gambaran riil tentang kondisi umum kasus Covid-19 di Aceh yang saat ini ditetapkan sebagai zona merah.

Penjelasan dan argumen yang dikemukakan Asisten II Sekda, Wali Kota Banda Aceh, maupun Rektor Unsyiah itu tergolong hal baru dalam perjalanan kasus Covid-19 di Aceh. Sebelum ini tak pernah ada imbauan apalagi instruksi agar sebanyak-banyaknya penduduk Aceh perlu ikut rapid test dan/atau swab berbasis RT PCR. Sangat kita dukung upaya yang dilakukan Pemerintah Aceh maupun Pemko Banda Aceh bersama Unsyiah ini.

Terutama karena kita sadar bahwa tes massal ini banyak manfaat daripada mudaratnya. Selain untuk mendapatkan gambaran riil kondisi mutakhir sebaran Covid-19 di Aceh juga untuk memastikan bahwa kasus-kasus Covid yang disebabkan orang-orang tanpa gejala (OTG) yang menjadi ‘carrier’ tidak keburu menularkan virus mematikan ini kepada orang lain.

Di sisi lain, tes massal ini kita perlukan sebagai prasyarat untuk mendukung Aceh memasuki fase ‘now normal’. Oleh karena itu, marilah semua kita mendukung program ini dengan mengikhlaskan diri untuk dirapid test bahkan diswab secara mendadak atau atas kesadaran sendiri. Toh corona bukanlah aib. Penyebaran dan penularan virus corona masih menghantui dunia, tak terkecuali sejumlah daerah yang berzona merah di Aceh. Oleh karenanya, tunjukkan partisipasi dan kesungguhan kita ikut memerangi Covid-19 di Aceh agar semakin cepat kasus baru ditemukan maka akan lebih cepat penanganannya.

Hanya saja tetap perlu kita ingatkan bahwa orang yang tak terinfeksi corona bisa saja jadi positif saat dirapid test ataupun saat diswab. Hal itu bukan mustahil terjadi jika petugas yang mengambil spesimen lendir di tenggorokan maupun di pangkal hidung orang yang diperiksa ogah mengganti sarung tangan setiap kali ia memeriksa pasien lain.

Jadi, jangan sampai tes massal ini menjadi ajang penularan massal virus corona di Aceh hanya karena kelalaian atau keteledoran petugas rapid test atau swab yang tidak mengindahkan protokol kesehatan berstandar Covid-19.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved