Breaking News:

Berita Aceh Utara

Rapid Test di RSU Cut Meutia Disetop, Lima Warga Gagal Dapat Surat Bebas Covid-19

Disebutkan, mereka yang ingin memperoleh surat keterangan tersebut dijelaskan lebih dulu akan jumlah biayanya.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Imran Thayib
Foto dok RSU Cut Meutia
Alat rapid test di RSU Cut Meutia Aceh Utara. 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

LHOKSUKON – Saat ini surat keterangan bebas Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sangat penting bagi warga yang ingin melakukan perjalanan ke luar kota.

Hanya saja, pengurusan surat tersebut mengalami kendala.

Karena, sejak Jumat (5/6/2020), RSU Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara mulai menghentikan rapid test mandiri bagi warga untuk kepentingan pribadi.

Humas RSU Cut Meutia Aceh Utara, Jalaluddin SKM MKea kepada Serambinews, Sabtu (6/6/2020), mengungkapkan, lima warga yang ingin memperoleh surat keterangan bebas Covid-19 tidak bisa mendapatkannya menyusul penutupan pemeriksaan rapid test itu.

Penyetopan rapid test mandiri akibat timbulnya polemik di masyarakat yang mempersoalkan biaya.

“Kita sedang menunggu regulasi terkait persoalan tersebut. RSU Cut Meutia akan mengikuti apapun regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait rapid test,” tegas Jalaluddin.

Disebutkan, mereka yang ingin memperoleh surat keterangan tersebut dijelaskan lebih dulu akan jumlah biayanya.

Floyd Mayweather Digadang Sebagai Lawan Impian Mike Tyson

Ronaldo Resmi Berstatus Miliarder, Ini Jumlah Pendapatannya 

Kompetisi Liga 1 2020 Segera Bergulir, Tiga Pemain Asal Bireuen Sambut Gembira

Sejak 1 Juni 2020, Jumlah Warga yang Menyeberang dari Sabang ke Banda Aceh Terus Meningkat

Namun, tidak ada yang keberatan dan mayoritas selama ini yang menggunakan layanan pemeriksaan rapid test mandiri adalah karyawan swasta yang akan keluar daerah.

Menurut Humas RSUCM, biaya untuk rapit test paket 1 yaitu Rp 400 ribu.

Kemudian, surat kesehatan dokter spesialis Rp 75.000, dan rontgen thorax Rp 150 ribu.

Selain rapid test, dasar dikenakan biaya adalah Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 38 Tahun 2018 tentang tarif pelayanan kesehatan.

Inipun, kata Jalaluddin, hanya dikenakan untuk pemeriksaan mandiri bukan untuk pelayanan terhadap masyarakat.

“Kalau misalnya ada pasien yang rapid test dan hasilnya reaktif, untuk pelayanan kesehatan selanjutnya tidak dikenakan biaya lagi. Karena sudah masuk dalam pasien yang harus dilayani oleh petugas medis,” ujarnya.

Ditambahkan, rapid test mandiri mulai dilakukan setelah hari lebaran Idul Fitri, karena banyaknya karyawan swasta yang akan keluar kota.

Rata-rata setiap harinya RSU Cut Meutia melayani sekitar enam warga.

“Untuk stok rapid test, masih tersedia di rumah sakit untuk persiapan pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Jalaluddin.(*)

VIDEO - Ratusan Pengunjuk Rasa Lindungi Demonstran yang sedang Salat di Jalan Raya Brooklyn

Tagihan Listrik Naik di Bulan Juni? Ini Penyebabnya Kata Pihak PLN

VIDEO - Tiba di Perairan Pidie, 32 ABK Asal Sumut Jalani Rapid Test

Ketua Komisi V DPRA: Pemerintah Aceh Seharusnya Punya Sikap Terkait Penetapan Zona Merah Covid-19

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved