Breaking News:

Berita Sabang

Sejak 1 Juni 2020, Jumlah Warga yang Menyeberang dari Sabang ke Banda Aceh Terus Meningkat

Sejak dibuka pelayaran, setiap harinya di Pelabuhan Balohan Sabang, ada ratusan warga yang berebut untuk naik kapal dan menyeberang ke daratan Aceh.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ibrahim Aji
SERAMBINEWS.COM/HENDRI
Penumpang antre pada saat pemeriksaan kesehatan di Pelabuhan Balohan Sabang, Jumat (5/6/2020). Tempat wisata di Sabang kini mulai dibuka, tapi khusus bagi wisatawan lokal Aceh, dengan persyaratan tertentu. 

Sejak dibuka pelayaran, setiap harinya di Pelabuhan Balohan Sabang, ada ratusan warga yang berebut untuk naik kapal dan menyeberang ke daratan Aceh.

Laporan Muhammad Nasir | Kota Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Pemerintah Kota Sabang, terhitung sejak 1 Juni 2020 mengizinkan kembali warga yang ingin menyeberang rute Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh-Pelabuhan Balohan Sabang.

Bahkan kapal cepat yang sebelumnya berhenti beroperasi, kini kembali berlayar.

Sejak dibukanya pelayaran tersebut, setiap harinya di Pelabuhan Balohan Sabang, ada ratusan warga yang berebut untuk naik kapal dan menyeberang ke daratan Aceh.

Karena aturan pembatasan penumpang masih diberlakukan, maka tidak semua penumpang bisa berangkat.

Abdullah, warga Sabang menyampaikan, saat ini setiap harinya ada ratusan warga yang datang ke pelabuhan untuk mengantre naik ke kapal.

Penyebaran Covid-19 di Banda Aceh Melandai, Pemko Akan Buka Kembali Destinasi Wisata

Tapi karena jumlah pelayaran terbatas dan kapasitas penumpang dibatasi, maka tidak semua penumpang bisa naik ke kapal.

Dalam beberapa foto beredar, terlihat ada ratusan warga yang mengantri di pintu dermaga untuk keluar dari Sabang.

Antrean itu terjadi karena adanya pemeriksaan kesehatan bagi penumpang yang naik kapal. Hal itu sebagai upaya pencegahan Covid-19.

"Sekarang kapal sehari cuma sekali berlayar dari Sabang, orang yang mau berangkat sangat ramai, kapasitas yang boleh berangkat dibatasi. Makanya ada yang harus balik, besoknya baru bisa berangkat lagi," ujar Abdullah.

Selain itu, jumlah kendaraan yang bisa naik ke kapal feri juga dibatasi.

Bermain Korek Api, Kamar Rumah Warga Lampoh Daya, Banda Aceh, Diamuk si Jago Merah

Untuk sepeda motor hanya boleh menyeberang 30 unit dalam sehari. Selebihnya, harus menunggu hari selanjutnya.

"Makanya ada mobil yang mengantri sampe dua hari baru bisa masuk kapal, itu banyak mobil pribadi yang mau menyeberang," ujar Abdullah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved