Breaking News:

Pelayanan Listrik

Ketika Listrik Aceh tak Lagi Diidentikkan sebagai Penanda Masuk Bulan Puasa

“Kami harus siap menghadapi berbagai kritikan, namun percayalah kami juga menginginkan yang terbaik dalam hal pelayanan."

Penulis: Nasir Nurdin | Editor: Nasir Nurdin
F-PRB Aceh/For Serambinews.com
General Manager PLN Aceh, Jefri Rosiadi (dua kanan) berbincang santai dengan Pengurus dan Ketua Dewan Pakar Forum PRB Aceh, Dr Taqwaddin (kiri) di sela-sela silaturahmi di salah satu lokasi wisata kuliner di Kota Jantho, Aceh Besar, Sabtu (6/6/2020). 

“Kami harus siap menghadapi berbagai kritikan, namun percayalah kami juga menginginkan yang terbaik dalam hal pelayanan."

Laporan Nasir Nurdin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sabtu, 6 Juni 2020, di salah satu lokasi wisata kuliner di Kota Jantho, Aceh Besar, General Manager (GM) PLN Aceh, Jefri Rosiadi didampingi sejumlah pejabat utama di jajarannya bersilaturahmi dengan Pengurus dan Dewan Pakar Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh.

Melalui mometum silaturahmi Idul Fitri tersebut, Jefri memaparkan berbagai info terkini terkait pelayanan kelistrikan di Aceh.

Salah satu yang diakuinya sangat melegakan adalah tak ada mati lampu selama maupun menjelang Ramadhan 1441 H/2020 M.

“Biasanya setiap mati lampu menjelang puasa langsung muncul kalimat sindiran, ini tanda-tanda mau masuk puasa. Ada juga yang bilang kalau mau tahu kapan puasa di Aceh tak pelu lihat bulan, cukup pedomani mati listrik,” ungkap Jefri dengan nada canda.

Kondisi itu, lanjut GM  PLN Aceh, selain sangat tidak mengenakkan, sekaligus tantangan bagi pihak PLN.

Remaja Ini Bunuh Diri karena Tak Punya Kuota Internet untuk Ikut Kelas Online

Sering Dianiaya, Dua ABK WNI Loncat dari Kapal China, Ngaku Tak Betah dan Tak Dibayar Gaji

“Alhamdulillah, selama Ramadhan tahun ini listrik tetap aman. Begitu juga menjelang masuk Ramadhan, listrik Aceh tak lagi diidentikkan sebagai pengingat masuknya bulan puasa,” ujar Jefri menyiratkan kepuasannya bisa memberikan pelayanan sesuai harapan masyarakat.

Pada kesempatan itu Jefri memperkenalkan satu per satu pejabat di jajarannya dengan fungsi masing-masing, termasuk pejabat di kehumasan yang setiap saat harus siap memberikan penjelasan terkait gangguan pelayanan.

“Sebagai perusahaan yang memikul tanggungjawab pelayanan publik, kami harus siap menghadapi berbagai kritikan, namun percayalah kami juga menginginkan yang terbaik dalam hal pelayanan,” demikian Jefri Rosiadi.

Persoalan Sapi Kurus di Saree Harus Segera Ada Solusinya

Sebuah Desa di Mali Diserang dan Dibakar, 26 Orang Tewas Dibantai Pelaku Berseragam Militer

Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin mengatakan, silaturahmi tersebut merupakan tindaklanjut komunikasi pihaknya dengan GM PLN Aceh yang sebelumnya juga sempat berkembang secara terbatas di grup WhatsApp Stakeholder PLN Aceh.

“Kami berharap dengan silaturahmi akan terus terbangun kekuatan komunikasi yang bermuara pada semakin baiknya pelayanan publik di bidang kelistrikan,” kata Nasir didampingi sejumlah unsur pengurus di jajarannya.

Ketua Dewan Pakar Forum PRB Aceh, Dr Taqwaddin juga menekankan tentang pentingnya optimalisasi komunikasi terkait pelayanan publik di bidang pelayanan kelistrikan.

VIDEO - Ratusan Pengunjuk Rasa Lindungi Demonstran yang sedang Salat di Jalan Raya Brooklyn

“Masyarakat selalu menuntut pelayanan terbaik. Jika terjadi permasalahan harus dikomunikasikan secepatnya agar masyarakat (pelanggan) bisa mendapatkan penjelasan yang sebenarnya, tidak muncul kesimpulan sendiri-sendiri,” kata Taqwaddin yang juga Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh.

Taqwaddin juga mengakui pelayanan listrik cenderung semakin membaik, khususnya di Aceh.

Salah satu indikatornya, lanjut Taqwaddin, pengaduan masyarakat ke Ombudsman semakin berkurang.

“Kami juga punya data yang dicatat oleh sistem secara nasional yang menunjukkan layanan PLN semakin baik,” ujar Taqwaddin. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved