Breaking News:

Soal Penetapan Zona Covid-19 di Aceh, Pemerintah Aceh Harus Beri Masukan yang Benar ke Pusat

Pemerintah Aceh seharusnya memberi masukan kepada Pusat. Memberikan data dan fakta tentang Aceh yang sebenarnya sebelum dilakukan penetapan zona

Penulis: Yocerizal | Editor: Yocerizal
ZULFIKAR MUHAMMAD Direktur Koalisi NGO HAM Aceh 

Soal Penetapan Zona Covid-19 di Aceh, Pemerintah Aceh Harus Beri Masukan yang Benar ke Pusat

Laporan Yocerizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Direktur Koalisi NGO HAM Aceh, Zulfikar Muhammad, menyayangkan keluarnya Surat Edaran (SE) Gubernur Aceh Nomor 440/7810 tentang pemetaan zona jangkitan Covid-19 di Aceh.

Dalam SE tersebut, disebutkan sebanyak sembilan kabupaten/kota masuk dalam zona merah, dan 14 kabupaten/kota lainnya berstatus zona hijau. Pemetaan dilakukan berdasarkan penetapan yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat.

Menurut Zulfikar, Pemerintah Aceh seharusnya memberi masukan kepada Pemerintah Pusat. Memberikan data dan fakta tentang Aceh yang sebenarnya sebelum dilakukan penetapan zona di Aceh.

“Jangan sekedar ikut-ikutan Pusat dan mengabaikan fakta dan data yang ada. Berikan masukan yang benar tentang keadaan Aceh,” ujar Zulfikar.

Menurut dia, penetapan zona Covid-19 di Aceh membuat masyarakat bingung dan panik.

Bingung karena sebelumnya Juru Bicara Pemerintah Aceh menyatakan bahwa Aceh termasuk wilayah yang berhasil menangani penyebaran Covid-19.

Pendatang Masuk ke Aceh Barat Wajib Tunjukan Surat Bebas Covid-19, Khusus dari Daerah Zona Merah

Perbarui Panduan Pencegahan Corona, WHO Imbau Masyarakat Gunakan Masker Kain 3 Lapis

Kadisnak Aceh Ucapkan Terima Kasih Atas Kritikan Soal Sapi Saree, Janji Lakukan Pembenahan

Tetapi di sisi lain Plt Gubernur Aceh justru mengeluarkan Surat Edaran yang menetapkan sembilan daerah masuk dalam kriteria zona merah dengan indikator yang tidak jelas.

Surat Edaran itu, tambah Zulfikar, juga menimbulkan kepanikan masyarakat, baik di sektor ekonomi, sosial, bahkan termasuk administrasi pemerintahan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved