Breaking News:

Video

VIDEO - Alasan di Balik Demo Besar-Besaran di Amerika Serikat dan Beberapa Negara Lainnya

Meski isu rasial dan diskriminasi beberapa kali terjadi di AS, tetapi hal itu belum pernah membuat aksi demo besar seperti yang terjadi saat ini.

SERAMBINEWS.COM - Dalam sepuluh hari terakhir, Amerika Serikat menghadapi gelombang demonstran dalam jumlah besar menentang kematian George Floyd.

Floyd diketahui tewas setelah lehernya ditindih oleh Derek Chauvin, polisi yang menanggapi laporan bahwa korban memberi barang dengan uang palsu.

Gelombang protes pun meluas secara nasional, bahkan terjadi di luar Gedung Putih.

Meski isu rasial dan diskriminasi beberapa kali terjadi di AS, tetapi hal itu belum pernah membuat aksi demo besar seperti yang terjadi saat ini.

Mengapa aksi kali ini bisa meluas hampir di seluruh AS? Dosen Pengkajian Amerika Universitas Gadjah Mada (UGM) Achmad Munjid mengatakan, apa yang terjadi di AS saat ini memiliki momentum berbeda jika dibandingkan sebelumnya.

Menurut dia, aksi kali ini merupakan kombinasi banyak hal, termasuk ketimpangan ekonomi, situasi politik yang semakin memanas jelang pemilu, dan cara kepemimpinan Presiden Donald Trump.

"Saya kira ini momentumnya berbeda, jadi problemnya laten yang sudah terjadi bahkan sudah ratusan tahun tapi menemukan momentum yang memuncak sekarang ini," kata Munjid saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (6/6/2020).

Akumulasi masalah itu diperburuk dengan adanya pandemi virus corona yang memukul AS dan dunia dalam beberapa bulan terakhir.

Kematian Floyd jadi trigger Dengan hantaman itu, lanjut dia, rasisme di AS yang sudah laten itu kemudian muncul ke permukaan dan kematian George Floyd menjadi pemantiknya.

Menurut Munjid, orang-orang kulit hitam di AS sering menjadi korban kebrutalan polisi dari tahun ke tahun, seperti yang terjadi di Georgia pada Februari lalu, kerusuhan di Virginia pada 2017 yang dipicu oleh gerakan ultra nasionalis kulit putih, dan lain-lain.

Kemenangan itu kemudian "dibayar" dengan kemengan Donald Trump yang anti dengan itu.

Munjid pun menyinggung pidato pendeta Al Sharpton pada upacara pemakaman George Floyd yang disebutnya menggambarkan kondisi di AS saat ini.

"Berulang kali dia mengatakan, 'Sebenarnya kami orang-orang African American mampu dalam bidang pendidikan, tapi karena leher kami ditekan dengan lutut kalian, kami enggak bisa melakukan itu'" kata dia.

Sumber: Kompas.com

Penulis: Habibi
Editor: Amirullah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved