Kupi Beungoh

Sapigate (Jawaban untuk Haekal Afifa)

Kasus sapi kurus dan mati ini harus dilihat sebagai sebuah skandal besar. Gagalnya agenda ketahanan pangan. Ratusan miliar uang rakyat terbuang

Serambinews.com
M. Fauzan Febriansyah, Pendiri MFF Syndicate (Kelompok Kajian Politik & Kebijakan Publik) di Jakarta. Jurubicara Kampanye Zaini Abdullah di Pilgub Aceh 2017. 

Oleh: M. Fauzan Febriansyah*

SAYA harus berterima kasih kepada Haekal Afifa (HA). Berkat membaca opininya yang berjudul: Penggemukan Sapi Aceh dan Uang Rp 650 Miliar; "Leumoe Gop, Geutanyoe Peu-Eumpeun" pada kolom opini Kupi Beungoh di laman Serambinews.com, saya menjadi makin 'tercerahkan' dalam mencermati persoalan sapi kurus di UPTD IBI, Saree, Aceh Besar.

HA mengulik kasus sapi kurus dengan memberi persamaan pada kasus jembatan Sikundo yang dulu viral karena hanya diikat dengan seutas tali.

Namun faktanya, ada jembatan di samping tali tersebut sedang dibangun.

HA mengaitkan kasus jembatan Sikundo dengan pola komunikasi propaganda politik pada kasus sapi kurus.

Membaca kasus jembatan Sikundo, nalar saya langsung menuju pada skandal Watergate.

Ya, skandal Watergate, sebuah skandal pada periode 1972-1974 yang mengakibatkan krisis konstitusi di Amerika Serikat. 

Kasus besar ini dimula akibat penangkapan lima laki-laki yang berusaha membobol masuk ke kompleks perkantoran Komite Nasional Demokrat untuk memasang alat penyadap.

Insiden yang terjadi pada masa kampanye tersebut, pertama kali diwartakan oleh The Washington Post.

Setelah diselidiki perbuatan penyusup itu dilakukan oleh kelompok pendukung Presiden Nixon, Komite untuk Pemilihan Kembali Presiden.

Halaman
1234
Editor: Yocerizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved