Breaking News:

Salam

Keterbatasan New Normal Berefek ke Banyak Sektor

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 15/SE/VI/2020 Tentang Sistem Kerja Pegawai Dalam Tatanan

Foto: Dok Tim Gugas Aceh Timur
Tim sosialisasi New Normal Aceh Timur mendatangi satu swalayan di Idi, Aceh Timur, Jumat (5/6/2020). 

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 15/SE/VI/2020 Tentang Sistem Kerja Pegawai Dalam Tatanan Normal Baru di Lingkungan Badan Kepegawaian Negara sebagai panduan pegawai untuk beradaptasi dengan tatanan normal baru. SE Kepala BKN tersebut diterbitkan dalam rangka menindaklanjuti Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid‑19 dan SE Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 58 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Tatanan Normal Baru.

SE tersebut, kata pejabat BKN, antara lain sebagai panduan bagi pegawai dalam menjalankan pelayanan publik, penetapan komposisi kehadiran pegawai, penilaian kinerja, dan disiplin pegawai dalam penyelenggaraan kegiatan pada tatanan normal baru di lingkungan BKN. Seluruh pimpinan masing‑masing unit setingkat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama diminta untuk menetapkan keterwakilan (jumlah dan nama pegawai) setiap bulan dan sistem kerja unit dibuat dengan menggunakan format sebagaimana tertuang dalam SE.

Hal terpenting dalam SE itu adalah mengenai sistem kerja pegawai dalam tatanan normal baru. SE ini menetapkan keterwakilan pegawai setiap unit kerja yang bekerja di kantor dengan jumlah paling sedikit 10% (sepuluh persen) dan paling banyak 50% (lima puluh persen). Artinya, pegawai yang bekerja di rumah paling sedikit 50% (lima puluh persen) dan paling banyak 90% (sembilan puluh persen).

Banyak hal lagi yang diatur dalam SE itu. Namun, kita melihatnya bahwa pemerintah masih sangat menghendaki semua pihak untuk menghindari berkerumun. Sebab, hingga kini hal yang paling efektif mencegah penyebaran Corona adalah dengan menjaga jarak atau mengikuti protokol kesehatan sebagaimana yang sudah ditaati seluruh dunia.

Kembali ke tatanan kerja era new normal, karena banyak aktivitas pemerintah yang dibatasi, tentu akan berefek pula kepada masyarakat yang terpaksa hidup dan beraktivitas dalam paradigma baru. Beberapa pekan lalu, para ahli dunia merilis pendapatnya tentan pendemo Covid‑19 dan tatanan hidup new normal. Di antara hal urgen yang dirilis adalah tentang perubahan yang menyasar sektor bisnis.

Perubahan perilaku konsumen dengan membatasi interaksi fisik dan mengurangi aktivitas di luar rumah terbukti memberi peluang lebih besar bagi sektor yang telah terintegrasi dengan ekosistem digital. Diperkirakan beberapa bisnis yang akan berkembang dan booming di masa depan adalah seperti life insurance, e‑comerce, remote working, logistic, online schooling, online training, telemedicine, dan online transportation. Sektor bisnis yang diprediksi akan mengalami keterpurukan adalah hotel, travel, bioskop, mall, retail, hiburan, properti, restoran, dan persewaan kantor.

Terkait dengan prilaku masyarakat, para ahli mengingatkan, new normal harus membuat orang harus lebih peduli terhadap kebersihan. Masker wajib selalu dikenakan untuk menutup mulut dan hidung saat bepergian, begitu juga dengan kebiasaan cuci tangan, hendaknya menjadi rutinitas yang baru. Selain itu, kita juga dianjurkan menjadi lebih peduli terhadap kesehatan dengan menjaga kekebalan tubuh melalui olahraga teratur, makan makanan bergizi, dan mengonsumsi suplemen dan vitamin terutama herbal.

Surat Edaran untuk pegawai serta pendapat pakar tentang bagaimana kita akan hidup di era new normal, sesungguhnya memberi isyarat lain kepada kita semua bahwa masa pandemi Corona ini kelihatannya tidak akan berakhir dalam beberapa pekan ke depan. Dan, kalaupun ia berakhir, kita diingatkan supaya tidak bisa berprilaku sebebas masa sebelum Covid‑19 melanda dunia. Oleh sebab itu, kita di Aceh mestinya bisa mengubah banyak kebiasaan untuk menyesuaikan diri dengan protokol kesehatan new normal. Cara nongkrong di warung kopi yang selama ini berjam‑jam setiap hari, tentu harus dikurangi. Demikian pula saat berada di pasar dan tempat lainnya harus selalu sadar tentang jaga jarak.

Semua protokol kesehatan harus kita patuhi, sebab kita ingin Corona ini segara berlalu. Kasihan, sudah satu semester anak‑anak tak bisa belajar secara efektif dengan tatap muka di sekolah. Ini sangat merugikan perkembangan anak‑anak, apalagi sebagian besar anak‑anak di Aceh hanya memperoleh pendidikan di sekolah. Mereka tak punya program belajar tambahan secara private maupun melalui program‑program online.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved