Breaking News:

UT Tak Lakukan Pembatasan Umur

Universitas Terbuka (UT) menerima calon mahasiswa tanpa batasan usia. Bahkan, yang lulus SMA tahun 1970-an hingga zaman Belanda

IST
Direktur Universitas Terbuka Banda Aceh, Drs. Edy Syarif, MPd menjadi narasumber “Serambi Podcast” di Radio Serambi FM 90.2 MHz dengan host Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia, Mohd Din, Rabu (9/6/2020). Serambi Podcast mengusung tema “Pelopor Pendidikan Secara Daring di Aceh” ini bisa disaksikan kembali di channel YouTube Serambi TV dan Facebook.com/serambinews 

* Bagi Mahasiswa yang Ingin Kuliah

BANDA ACEH - Universitas Terbuka (UT) menerima calon mahasiswa tanpa batasan usia. Bahkan, yang lulus SMA tahun 1970-an hingga zaman Belanda pun dapat melanjutkan pendidikannya di UT.

“Teman-teman yang lulus SMA tahun 70-an dan zaman Belanda pun yang diakui setara dengan SMA bisa masuk ke UT. Lulusan SMA tidak dibatasi usia apabila ingin melanjutkan pendidikannya ke UT,” kata Direktur Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT Banda Aceh, Drs Edy Syarif MPd dalam Program Podcast Serambi FM, Selasa (9/6/2020).

Program bertemakan “UT Sebagai Pelopor Pendidikan Secara Daring di Aceh” ini dipandu Host, Mohd Din yang juga sebagai Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Edy Syarif menyampaikan kehadiran UT diharapkan  dapat meningkatkan pendidikan di seluruh Indonesia, terutama di wilayah-wilayah terpencil dengan sistem belajar jarak jauh. “UT itu negeri, sama dengan Perguruan Tinggi negeri lainnya. Hanya saja sistem pembelajarannya yang terbuka dan jarak jauh,” katanya.

Ia menjelaskan UT itu terbuka, siapapun yang lulus SMA dapat melanjutkan pendidikannya tanpa dibatasi usia. “Jadi kalau di tempat lain ada batasan usianya, tapi di UT tidak ada batasan usia. Siapapun yang sudah punya ijazah SMA bisa kuliah di UT,” tegasnya.

Sementara sistem jarak jauh yang diterapkan, yaitu apabila biasanya dosen dan mahasiswa bertemu dalam satu ruangan. Namun sistem belajar ini melalui media elektronik atau online, dan bagi calon mahasiswa nantinya juga akan dipandu agar tidak menemukan kendala saat mengikuti perkuliahan jarak jauh.

“Jadi selama Covid-19 memang sangat relevan sekali, tidak bertemu tatap muka. Kita bertemu melalui sistem jarak jauh,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan sejumlah program studi (prodi) di UT sudah terakreditasi A dan B dari BAN PT Nasional. Namun ada juga beberapa prodi yang baru masih C dan akan kita tingkatkan akreditasinya.

“Prodi di UT sudah banyak yang mendapatkan akreditasi A. Semua pembelajaran kita materinya sudah diakui. Dosen yang kita miliki merupakan orang-orang terbaik di Indonesia, modul kita ditulis oleh orang-orang terbaik juga yang dimiliki oleh Indonesia dari ITB, UI, dan lainnya,” jelasnya.

Direktur UPBJJ UT Banda Aceh, Edy Syarif menyampaikan sejumlah keunggulan yang dimiliki UT antaranya kuliah di UT tidak menganggu pekerjaan, tidak ada tes masuk, tidak ada batasan jumlah mahasiswa, siapapun bisa mengikuti kuliah di UT, serta uang kuliah yang terjangkau.

“Kuliah di UT tidak terhambat jarak dan waktu. Misalnya berada di Simeulue, Aceh Tengah maka juga bisa kuliah di UT dengan sistem jarak jauh yang diterapkan tersebut,” katanya.

Ia juga mencontohkan apabila waktu ujian berbarengan dengan tugas dari kantor yang harus ke luar kota. Maka si mahasiswa tersebut tetap bisa mengikuti ujian.

“Misal saya dapat tugas dari kantor ke Samarinda disaat mau ujian. Maka di UT saya tetap bisa ikut ujian di Samarinda melalui sistem online. Selain tatap muka juga ada secara online,” demikian katanya.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved