Luar Negeri
Inggris Berterima Kasih Kepada Arab Saudi, Bantuan Sangat Berguna Bagi Tim Medis
Pemerintah Inggris, Minggu (14/6/2020) menyampaikan terima kasih kepada Kerajaan Arab Saudi. Hal itu terkait sumbangan "ratusan ribu gaun medis"
SERAMBINEWS.COM, LONDON - Pemerintah Inggris, Minggu (14/6/2020) menyampaikan terima kasih kepada Kerajaan Arab Saudi.
Hal itu terkait sumbangan "ratusan ribu gaun medis" atau alat pelindung diri (APD) kepada tim medis National Health Service (NHS) negara itu.
"Inggris dan Kerajaan akan terus bekerja sama untuk mengatasi pandemi global ini," kata Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab dalam tweet, Minggu (14/6/2020).
Pemerintah Inggris telah dikritik karena kurangnya alat pelindung diri (APD) untuk pekerja garis depan di NHS dan tempat lain seperti perawatan di rumah.
Banyak anggota keluarga petugas kesehatan yang telah meninggal mengeluhkan tidak diberikan APD yang memadai karena menangani kasus virus Corona.
Dilansir ArabNews, Minggu (14/6/2020), pada 22 Mei 2020, surat kabar Inggris The Guardian mencatat 200 kematian tim medis NHS dan staf perawatan kesehatan swasta.
Angka sebenarnya cenderung lebih tinggi karena tidak semua kematian dilaporkan di media.
Seorang dokter Muslim Inggris yang meninggal karena COVID-19 menulis surat terbuka kepada Perdana Menteri Boris Johnson.
Dia meminta lebih banyak APD untuk pekerja kesehatan di garis depan.
Hal itu disampaikannya dua pekan sebelum kematiannya.
Putra berusia 18 tahun dari Abdul Mabud Chowdhury, Intisar Chowdhury, berhadapan dengan Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock.
Tentang mengabaikan panggilan ayahnya untuk lebih banyak APD.
• Makin Diminati, Jepang, Inggris dan Taiwan Setuju Penggunaan Remdesivir untuk Pasien Corona
• Asal Usul Corona Masih Diperdebatkan, Mantan Intelijen Inggris Buktikan Covid-19 Buatan Manusia
• Sembuhkan Cederanya, Bagus Kahfi Dibantu Fisioterapis Timnas Inggris dan Arsenal
"Apakah kamu menyesal tidak menganggap keprihatinan ayahku, kekhawatiran adik perempuanku yang berusia 11 tahun ... "
"Cukup serius bagi ayahku sehingga kita semua harus kehilangannya?" tanyanya pada Hancock di sebuah acara radio lokal.
Hancock menjawab dengan meminta maaf atas kematian Chowdhury dan memuji remaja itu atas keberaniannya.
"Aku benar-benar minta maaf tentang kematian ayahmu."
"Aku telah melihat komentar yang kamu buat dan apa yang kamu katakan di depan umum."
"Aku pikir, tindakan kamu sangat berani ," katanya.
Inggris memiliki jumlah kematian akibat virus corona terbanyak ketiga setelah Amerika Serikat dan Brasil.
Warga Inggris juga mengkritik pemerintah atas tanggapannya terhadap krisis.
Korban tewas Inggris dari kasus COVID-19 yang dikonfirmasi naik 36 orang menjadi 41.698 orang sampai 13 Juni 2020.
Hal itu berdasarkan data pemerintah Inggris yang dirilis pada Minggu (14/6/2020).(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tim-medis-nhs-inggris.jpg)