Breaking News:

OJK Aceh Minta Nasabah Tak Khawatir

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam beberapa hari ini terus mencermati beredarnya berita lama yang didaur ulang

For Serambinews.com
Aulia Fadly 

* Soal Isu yang Menerpa Tujuh Bank

BANDA ACEH - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam beberapa hari ini terus mencermati beredarnya berita lama yang didaur ulang dan kini viral, terkait kondisi tujuh bank di masa pandemi Covid-19 ini. Viralnya berita lawas itu kini dimanfaatkan oknum tertentu sebagai siasat 'marketing gimmick' untuk menarik nasabah bank.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) Aceh, Aulia Fadly kepada Serambi, Sabtu (13/6/2020), meminta nasabah tak perlu khawatir terhadap bank-bank tersebut, karena pengawasannya dilakukan langsung oleh OJK.

Sebelumnya, kata Aulia, terjadi pemelintiran berita di tingkat nasional yang berdampak terhadap pencitraan tujuh bank, tiga di antaranya punya cabang di Aceh. Dalam pemberitaan itu disebutkan tentang adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahwa bank-bank yang diumumkan itu bermasalah.

Padahal, tandas Aulia, hal itu adalah kondisi pada periode yang sudah berlalu. Itu data periode 2017 yang di-blow up lagi tahun ini. "Padahal, selama selang waktu sampai sekarang sudah banyak perbaikan yang dilakukan dan kondisi bank-bank tersebut jauh di atas rata-rata threshold (batas aman) pengawasan," katanya.

Karena termakan isu hoaks tersebut, nasabah berbondong-bondong melakukan penarikan dananya, baik melalui online/internet ataupun dengan datang langsung ke bank. "Padahal, kondisi banknya baik-baik saja," ungkap Aulia.

Dia menegaskan, industri perbankan saat ini dalam kondisi stabil dan terjaga. Hal ini tercermin dari rasio keuangan hingga April yang berada dalam batas aman. Bukti amannya rasio keuangan itu, lanjut  Aulia, tergambar dari kondisi riil permodalan (CAR) saat ini 22,13 persen, kredit bermasalah (NPL) gross 2,89 persen (NPL Net 1,09 persen), dan kecukupan likuiditas, yaitu rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK April 2020 terpantau pada level 117,8 persen dan 25,14 persen. "Jadi, nilainya jauh di atas threshold masing-masing, yakni sebesar 50 persen dan 10 persen," sebut alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala ini.

Untuk itu OJK mengharapkan, masyarakat tetap tenang dan melakukan transaksi perbankan secara wajar. Jika butuh informasi mengenai sektor jasa keuangan, ia sarankan untuk menghubungi Kontak OJK 157 atau melalui WA di nomor 081 157 157 157.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna juga mengimbau nasabah agar tak perlu khawatir atau ragu terhadap bank-bank tersebut, karena pengawasannya dilakukan langsung oleh OJK.(dik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved