Breaking News:

Seniman Aceh

Penyair Wina SW1 dalam Meditasi Virus Corona, Baca Puisi dari Kedai Teh Kyoto

Penyair Aceh, Wina SW1 membacakan puisi berjudul “Rumah” dari Kedai Teh Kyoto Banda Aceh.

hand over dokumen pribadi
penyair Wina Sw1 dalam Meditasi Corona Virus edisi Pertunjukan Seni Campursari Mingguan, Minggu (14/6/2020) malam. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Penyair Aceh, Wina SW1 tampil dalam acara pertunjukan Campursari Mingguan siaran langsung dari Grup FaceBook (FB) Meditasi Corona Virus edisi Minggu (14/6/2020) malam.

Wina SW1, membacakan puisi berjudul “Rumah” dari Kedai Teh Kyoto Banda Aceh. Puisi tersebut refleksi dari kerinduan terhadap rumah dan mengembalikan esensi rumah sebagai “surga” melalui peristiwa pandemi COVID 19.

Wina, salah seorang penyair Aceh ternama, mengaku bahwa puisi yang ia bacakan belum sepenuhnya tuntas. Ia masih harus mengendapkannya lagi.

Tapi ia merasa perlu membacakannya, karena memiliki konteks dengan situasi mutakhir, pada saat dunia dilanda pandemi Corona.

Penyair Wina SW1 lahir di Banda Aceh 20 Februari 1969. Karya-karya puisinya terhimpun di banyak antologi. Bergiat dalam bidang teater dan sastra.

Buku kumpulan puisi tunggalnya “Garis” diluncurkan di Warung Apresiasi (Wapres) Bulungan Jakarta 9 September 2009.

Ketika itu banyak penyair dan tokoh  yang ikut membacakan puisi Wina. Salah seorang Fachry Ali, sosiolog Indonesia  asal Aceh.

Buku kumpulan puisi “Garis” itu juga pernah didiskusikan di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB. Jassin Taman Ismail Marzuki menampilkan Datuk Kemala sebagai “pembedah utama”.

Datuk Kemala adalah penyair dan kritikus sastra dari Malaysia. Wina aktif di Teater Mata Banda Aceh dan bermain dalam banyak lakon.

Halaman
12
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved