Ribuan Warga Melayat ke Rumah Ustadz Zakaria Nurdin
Ribuan warga melayat untuk mengantar jenazah almarhum ustadz H Zakaria Nurdin (68) di Gampong Iboih Empeh, Kecamatan Simpang Tiga
SIGLI - Ribuan warga melayat untuk mengantar jenazah almarhum ustadz H Zakaria Nurdin (68) di Gampong Iboih Empeh, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Sabtu (13/6). Almarhum tercatat sebagai guru seni membaca Quran dan dewan juri MTQ yang meninggal dalam perawatan di RSUZA Banda Aceh, Sabtu (13/6) sekitar pukul 06.01 WIB.
Pantauan Serambi, Sabtu (13/6), ramainya masyarakat melayat ke rumah duka di Gampong Iboih Empeh, Kecamatan Simpang Tiga. Warga yang melayat tersebut terdiri dari pejabat Pidie, sejumlah murid yang merupakan qari dan qariah serta Nazirah Hasan juara MTQ cabang tilawah tingkat internasional ikut melayat ke rumah duka ustaz Zakaria.
Almarhum dishalatkan di Masjid Baitul Akbar Kemukiman Iboih. Mantan Ketua MPU Pidie, Tgk M Nasir Ismail atau Waled Lampoh Sawo. Waled Sayed Ilyas Reureng, Kecamatan Kembang Tanjong saat menyampaikan tausiah di rumah duka, Sabtu (13/6) mengatakan, ustadz Zakaria Nurdin sebagai guru seni membaca Quran telah menghadap Allah SWT untuk selamanya, tentunya perlunya pengganti almarhum.
Dikatakan, satu orang telah tiada, tentu sepuluh orang harus ada pengganti, sehingga ilmu seni membaca Quran tidak hilang. Muhammad SPdI keponakan ustadz Zakaria mengatakan, ustadz Zakaria menjadi guru seni membaca Quran sejak 1975 dengan mengajar murid yang datang ke rumahnya.
Almarhum terkadang diundang masyarakat untuk belajar seni membaca Quran, sehingga sekitar 45 tahun mengajar, sudah ramai murid ustadz yang telah bertebaran di seluruh penjuru Aceh, bahkan, seluruh Indonesia dan pergi ke Malaysia untuk merantau.
Dikatakan, ustadz Zakaria juga kerap menjadi dewan juri MTQ tingkat provinsi dan kabupaten dan terakhir almarhum menjadi dewan juri pada MTQ ke-34 tingkat Provinsi Aceh 2019 di Gedung Pidie Convention Center (PCC) Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie.
Doa menambahkan, almarhum sejak bulan Ramadhan mengalami benjolan di belakang hidung dan hingga Idul Fitri 1441 H, penyakit tersebut belum pulih, sehingga harus dirawat di rumah sakit. Hampir sepekan lebih ustaz dirawat di salah satu rumah sakit di Pidie, yang kemudian dirujuk ke RSUZA Banda Aceh.
Disebutkan, almarhum menghembus nafas terakhir pada Sabtu (13/6) sekitar pukul 06.01 WIB, di RSUZA Banda Aceh dan dikebumikan di kuburan keluarga di Gampong Iboih Empeh, Kecamatan Simpang Tiga.(naz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/almarhum-sebagai-guru-seni-membaca-quran-di-pidie.jpg)