Breaking News:

Berita Aceh Besar

Personel Satnarkoba Polresta Tangkap Pekerja Depo Air Isi Ulang, Ternyata Penghubung Penjual Sabu

“Tersangka ZU kami tangkap pada hari Sabtu, 13 Juni 2020, sekitar pukul 00.30 WIB, di depo air minum isi ulang, tempat dia bekerja."

Penulis: Misran Asri | Editor: Ibrahim Aji
FOR SERAMBINEWS.COM
Personel Satuan Narkoba Polresta Banda Aceh, menangkap ZU (31) seorang pekerja di depo air minum isi ulang di Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Sabtu (13/6/2020) dini hari, yang menjadi penghubung penjualan sabu-sabu, sekaligus penguna sabu. 

“Tersangka ZU kami tangkap pada hari Sabtu, 13 Juni 2020, sekitar pukul 00.30 WIB, di depo air minum isi ulang, tempat dia bekerja."

Laporan Misran Asri | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Personel opsnal Satuan Narkoba Polresta Banda Aceh, meringkus ZU (31) seorang pekerja di depo air minum isi ulang di salah satu gampong di Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.

Pria tersebut ditangkap setelah menjadi penghubung penjual sabu-sabu yag diperuntukkan bagi MU (28) pria asal Pidie Jaya yang akhirnya ditangkap di Perumahan Gampong Panterik, Kecamatan Luengbata, Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, melalui Kasat Narkoba AKP Raja Harahap SSos kepada Serambines.com, Senin (15/6/2020) mengatakan, tersangka ZU, selain menjadi penghubung penjual sabu-sabu dari bandar narkoba ke MU yang ditangkap di Gampong Panteriek, ternyata ZU juga seorang pengguna barang haram tersebut.

“Tersangka ZU kami tangkap pada hari Sabtu, 13 Juni 2020, sekitar pukul 00.30 WIB, di depo air minum isi ulang di Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, tempat dia bekerja,” kata AKP Raja Harahap.

Sementara MU, ditangkap sehari sebelumnya di perumahan Gampong Panterik, Kecamatan Luengbata, Banda Aceh, setelah sebelumnya tersangka memasok barang haram tersebut kepada NR (27) asal Pidie, RE (27) dan TF (27) asal Aceh Utara yang digunakan bersama-sama.

Gembira Sembuh dari Covid-19, Kakek Ini Mendadak Lemas Karena Tagihan Perawatan Rp 15 Miliar

“Awalnya, kami menangkap NR, RE, dan TF sedang pesta sabu di sebuah rumah di Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Ternyata sabu-sabu yang digunakan ketiga tersangka itu, didapat dari MU,” terang mantan Kasat Narkoba Polres Aceh Besar ini.

Lalu, setelah menangkap MU di perumahan Panterik, ternyata tersangka MU mengaku barang haram tersebut didapat dari seorang bandar sabu atas bantuan perantara ZU yang kebetulan ada di depo air minum is ulang tempat ZU bekerja.

Begitu mendapatkan nama ZU, personel langsung bergerak dan menangkap ZU di depo air minum isi ulang di Kecamatan Krueng Barona Jaya tersebut.

“Pada saat ZU kami tangkap, bersama pelaku petugas mendapatkan satu botol minuman penyegar yang sudah diberi lubang. Lalu, satu pipet kertas yang dibalut alumanium foil, satu kaca pirex dan satu pipet plastik yang disambung pipet serta empat potongan pipet,” kata AKP Raja Harahap.

Wakili Plt Gubernur Aceh, Sekda Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2019 Dalam Rapat Paripurna DPRA

Kemudian petugas juga menemukan satu timbangan digital dan petugas juga menyita dua Hp milik pelaku.

Dari pengakuan tersangka ZU, dialah yang menghubungkan MU dengan bandar sabu yang kebetulan ada di depo air minum isi ulang tempat dia bekerja pada saat itu.

“Selain penghubung, tersangka ZU juga pengguna sabu-sabu dari barang bukti yang diamankan tersebut diakui sebagai miliknya,” pungkas mantan Kasat Narkoba Polres Pidie ini.

Terhadap tersangka ZU yang sudah ditahan di Polresta Banda Aceh dibidik Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 114 Ayat (1) dari Undang-Undang, Nomor 35 tahun 2009 tentag Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun.(*)

Polisi Bekuk Pelaku Penggelapan Pengadaan Barang Bansos Baitul Mal Aceh, Kerugian Capai Rp 380 Juta

Demi Hidup Dengan Selingkuhan, Perdana Menteri Lesotho Sewa Geng Kriminal untuk Membunuh Istrinya

Harimau Sumatera Masuk Perangkap BKSDA di Aceh Selatan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved