Selasa, 7 April 2026

Perang India Cina

Setelah Bentrokan Berdarah, Seruan Boikot Barang Cina di India Menguat

India saat ini mencatat defisit perdagangan mencapai US$ 59,3 miliar dengan Cina. Sebanyak 11% impor India berasal dari Cina...

Editor: Eddy Fitriadi
AFP/Dibyangshu SARKAR
Para pendukung Partai Kongres menggelar demo mengutuk sekaligus menyerukan boikot produk China di Kolkata, India, Kamis (18/6/2020). 

SERAMBINEWS.COM -  Seruan boikot terhadap barang-barang Cina semakin menguat di India, pascabentrokan pasukan kedua negara di perbatasan Himalaya yang disengketakan, yang menewaskan 20 tentara negeri Sungai Gangga.

Kelompok-kelompok nasionalis garis keras yang terkait Partai Bharatiya Janata yang mendukung Perdana Menteri Narendra Modi telah meningkatkan seruan untuk memboikot barang-barang Cina dan pembatalan kontrak dengan perusahaan-perusahaan Tiongkok.

"Dalam situasi saat ini, masalah Cina tidak boleh dianggap enteng. Dalam banyak kasus, mungkin ada uang Cina yang diinvestasikan, tapi saya pikir hal-hal biasa yang kita beli dari pasar, kita harus memastikan untuk menghindari produk-produk Cina," kata Menteri Urusan Makanan dan Konsumen India Ram Vilas Paswan kepada Economic Times seperti dilansir Reuters.

Pertempuran Senin (15/6/2020) malam di tebing curam di sepanjang perbatasan yang kedua negara sengketakan di wilayah Pegunungan Ladakh adalah kekerasan terburuk antara pasukan India dan Cina dalam 45 tahun terakhir.

Melansir The Guardian, pejabat Pemerintah India mengatakan, New Delhi berencana memberlakukan hambatan perdagangan yang lebih tinggi dan menaikkan bea impor pada sekitar 300 produk dari Cina.

India saat ini mencatat defisit perdagangan mencapai US$ 59,3 miliar dengan Cina. Sebanyak 11% impor India berasal dari Cina.

Melarang Cina Ikut Tender

Kementerian Telekomunikasi India memerintahkan perusahaan telekomunikasi pelat merah dan swasta untuk menolak semua penawaran dan peningkatan peralatan dari Cina di masa depan.

India juga akan melarang perusahaan-perusahaan Cina berpartisipasi dalam tender untuk proyek-proyek masa depan, yang kemungkinan akan mencakup rencana untuk meningkatkan layanan 4G di negeri Sungai Gangga.

Seruan untuk memboikot barang, teknologi, dan investasi Cina telah meningkat di India sejak awal Mei, ketika pasukan Tiongkok mulai melakukan pembangunan di wilayah yang disengketakan di Ladakh.

Program buatan India yang membantu pengguna mengidentifikasi dan menghapus aplikasi Cina di ponsel mereka sudah diunduh lebih dari lima juta kali selama Mei sebelum Google memblokirnya.(*)

 Artikel ini telah tayang di kontan.co.id dengan judul ‘Pasca bentrokan berdarah, seruan boikot barang China di India makin kuat’

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved