Breaking News:

Kupi Beungoh

Asa pada Blok B

Produksi dari existing lapangan-lapangan pada Blok B juga telah turun signifikan karena telah dioperasikan puluhan tahun.

SERAMBINEWS.COM/Handover
Muchlis, Ph.D candidate in Petroleum Geology, Curtin University, Perth, Western Australia. 

Oleh Muchlis*)

LAPANGAN Arun yang berlokasi pada wilayah kerja migas B menjadi salah satu lapangan gas terbesar di dunia ketika ditemukan dan di tes dengan pengeboran.

Beberapa sumur yang dites dari formasi Peutu limestone dengan umur Miocene, dapat mendeliver gas dengan variasi rata-rata puluhan juta kaki kubik perhari (mmscfd), bahkan dilaporkan sumur A12 mampu mendeliver hingga 215,5 mmscfd (Alford,  IPA 1975).

Sangat mungkin perbedaan rates produksi masing-masing sumur disebabkan oleh perbedaaan atau heterogenitas storage dan transport fluida batuan meskipun dalam satu formasi reservoir yang sama.

Mayoritas gas dari lapangan Arun dijadikan komoditi LNG dan diekspor ke luar negeri seperti Jepang dan Korea.

Hanya sebagian kecil untuk industri di Aceh seperti PIM, AAF dan KKA.

Geliat pertumbuhan ekonomi di Aceh utara pada era jayanya industri tersebut sangat terasa.

Pada Oktober 2014, era ekspor LNG dari PT Arun telah berakhir dengan pengiriman terakhir ke Jepang (Detik, 2014).

Saat ini Blok B dioperasikan oleh Pertamina Hulu Energi NSB dengan produksi gas yang dijual untuk domestic.

Dan beberapa hari yang lalu, pemerintah Aceh menyatakan bahwa pengelolaan Blok B akan diberikan kepada perusahaan daerah Aceh, PEMA pada saat kontrak blok B berakhir nantinya (sekitar November 2020).

Halaman
123
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved