Breaking News:

Salam

Lindungilah Para Tenaga Medis Secara Maksimal

Empat perawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh positif terinfeksi Covid‑19

Foto Dok Polsek Lhoksukon
Petugas yang melakukan penjagaan di kawasan Desa Blang Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara memeriksa suhu tubuh warga. 

Empat perawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh positif terinfeksi Covid‑19. Menurut Direktur RSUZA, Azharuddin, keempat perawat itu kemungkinan tertular dari satu pasien positif Corona asal Sumatera Utara yang meninggal beberapa hari sebelumnya di Banda Aceh.

Di media sosial kabar ini mengundang banyak perhatian warganet. Selain menyatakan prihatin, mereka juga berdoa agar para tenaga medis yang sedang berjuang melawan serangan Corona itu segera sembuh dapat kembali bertugas. Dan, kepada tenaga mad is lainnya diharapkan tidak patah semangat dalam bertugas membantu pasien-pasien melawan berbagai penyakit, terutama Corona.

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhillah mengungkapkan secara nasional ada 60-an perawat yang terinfeksi Covid-19 dan 20 orang di antaranya meninggal dunia. Harif mengungkapkan, selain para perawat yang wafat, PPNI juga telah mengantongi data soal keadaan para perawat sebagai salah satu ujung tombak penanggulangan Covid‑19 bersama dokter dan tenaga medis lain.

Banyak yang berstatus OTG (orang tanpa gejala), ODP (orang dalam pemantauan), PDP (pasien dalam pengawasan), maupun mereka yang saat ini positif Covid‑19. "OTG ada 116 perawat, ODP 685 perawat, PDP 48 perawat, positif 59 perawat, yang dirawat 68 perawat (PDP dan positif), yang sembuh 12," kata Harif. Jumlah itu kemungkinan lebih besar dari data yang saat ini tercatat di PPNI. Sebab, pendataan dilakukan secara sukarela melalui mekanisme internal. "Data tersebut mungkin tidak faktual karena pemantauan internal ini diisi secara volunteer, mungkin masih banyak perawat yang enggak mengisi," kata Harif.

Dikaitkan dengan penerapan new normal, para perawat di Indonesia sangat khawatir karena masyarakat sangat tidak disiplin sehingga jumlah pasien positif Corona di mana-mana bahkan dunia meningkat lagi setelah beberapa waktu lalu menurun. Kondisi itu menjadi tantangan besar bagi perawat. Sebab, saat ini saja, bukan hanya angka kematian perawat yang tinggi, namun tingkat kematian tenaga medis secara keseluruhan di Indonesia juga mengkhawatirkan. "Tingkat kematian tenaga medis Indonesia ternyata sekitar 6,5 persen (dari total kematian akibat Covid‑19), data dari The Conversation. Itu tinggi sekali, sementara negara lain (rata‑rata global kematian tenaga medis) 0,3 persen. Artinya, memang kita merasa tidak dilindungi kalau demikian caranya," kata Harif.

Sebagai mana berlaku di seluruh dunia, kita berharap pemerintah kita juga memberi perhatian dan perlindungan maksimal terhadap tenaga medis. Ini karena tenaga medis dianggap sebagai garda terdepan dalam penanganan pasien yang positif terinfeksi virus Corona. Sebab, dengan karakteristik virus Corona yang mudah menular, membuat tenaga medis yang bersentuhan langsung dengan pasien positif, harus sangat berhati‑hati dalam menangani pasien.

Ada dua sebab utama terpaparnya para tenaga medis. Pertama karena alat pelindung diri yang tak sempurna. Dan, kedua karena pasien yang tidak jujur dalam memberikan keterangan, seputar mobilitas dan riwayat kontaknya.

Itulah sebabnya perlindungan mutlak diperlukan bagi tenaga kesehatan di rumah sakit, klinik, dan puskesmas. Hal ini tidak hanya bertujuan menjamin keselamatan mereka tetapi juga keselamatan keluarga dan pasien. Di sisi lain, kita patut mengapresiasi inisiatif dan aksi solidaritas publik kepada tenaga medis.

Pada April lalu, di tengah keprihatinan para tenaga medis Indonesia, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan, pemerintah sudah bersungguh‑sungguh melindungi tenaga medis yang merawat para pasien positif Covid‑19, salah satunya melalui pengadaan lebih dari 800.000 alat pelindung diri. "Alat pelindung diri ini berstandar medical grade dengan kualitas yang terbaik," ujar Yuri.

Mudah-mudahan stok APD di Aceh masih mencukupi sehingga para tenaga medis tak harus menghadapi risiko lebih besar dari yang seharusnya mereka tanggung.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved