Luar Negeri

Parlemen Eropa Kutuk Rencana Israel Mencaplok Tepi Barat Palestina, Ribuan Anggotanya Teken Petisi

Dalam pernyataan bersama itu, para anggota parlemen yang mewakili 25 negara Eropa mendesak para pemimpin Eropa untuk mencegah aneksasi

AFP/HAZEM BADER
Pasukan Israel melarang keluarga Palestina memasuki gubuk dan tenda yang dibangun di Area C, dekat permukiman Yahudi, Susya, selatan Hebron, Tepi Barat, Palestina, Jumat (19/6/2020). 

SERAMBINEWS.COM, BRUSSELS - Lebih dari 1.000 anggota Parlemen Eropa menandatangani petisi atau pernyataan bersama yang mengecam rencana Israel untuk mencaplok Tepi Barat, Palestina.

Kecaman itu disampaikan dalam sebuah pernyataan bersama yang diterbitkan pada Selasa (23/6/2020) malam.

Pernyataan bersama itu ditandatangani oleh 1.080 anggota majelis nasional dan Parlemen Eropa.

Mereka berasal dari Austria, Belgia, Ceko, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Irlandia, Italia, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Romania, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Inggris.

Dalam pernyataan bersama itu, para anggota parlemen yang mewakili 25 negara Eropa mendesak para pemimpin Eropa untuk mencegah aneksasi dan menyelamatkan prospek solusi dua negara.

Mereka juga menunjukkan dukungan kuat untuk pernyataan sebelumnya dari kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell yang memperingatkan bahwa "aneksasi tidak dapat dilewati tanpa ditentang."

"Kami, anggota parlemen di seluruh Eropa berkomitmen untuk tatanan global berbasis aturan, berbagi keprihatinan serius tentang rencana Presiden Trump untuk konflik Israel-Palestina dan prospek segera pencaplokan Israel atas wilayah Tepi Barat," tulis anggota parlemen itu.

Mereka juga memperingatkan bahwa rencana presiden AS "mempromosikan secara efektif kontrol permanen Israel atas wilayah Palestina yang terfragmentasi, meninggalkan Palestina tanpa kedaulatan dan memberikan lampu hijau kepada Israel untuk secara sepihak mencaplok bagian-bagian penting Tepi Barat."

Para anggota parlemen bersikeras bahwa rencana aneksasi pemerintah Israel yang baru akan "fatal bagi prospek perdamaian Israel-Palestina" dan membawa potensi yang tidak stabil untuk kawasan dan tatanan internasional juga.

ACT Gagas Sumur Wakaf Ureung Aceh Pertama di Palestina, Salurkan Donasi ke Nomor Rekening Ini

Palestina Meradang, Zionis Abaikan Seruan Barat, Bersikeras Perluas Jajahan di Tepi Barat

OKI Undang Seluruh Negara Anggota, Bahas Rencana Israel Caplok Wilayah Palestina

Dipicu Pernyataan Trump

Halaman
12
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved