Breaking News:

Luar Negeri

Parlemen Eropa Kutuk Rencana Israel Mencaplok Tepi Barat Palestina, Ribuan Anggotanya Teken Petisi

Dalam pernyataan bersama itu, para anggota parlemen yang mewakili 25 negara Eropa mendesak para pemimpin Eropa untuk mencegah aneksasi

AFP/HAZEM BADER
Pasukan Israel melarang keluarga Palestina memasuki gubuk dan tenda yang dibangun di Area C, dekat permukiman Yahudi, Susya, selatan Hebron, Tepi Barat, Palestina, Jumat (19/6/2020). 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bulan lalu mengumumkan bahwa pemerintahnya secara resmi akan mencaplok Lembah Jordan dan semua blok pemukiman di Tepi Barat.

Tindakan ini dipicu oleh apa yang disebut Trump sebagai "Kesepakatan Abad Ini".

Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dipandang sebagai wilayah pendudukan di bawah hukum internasional.

Karenanya, dunia internasional memandang semua pemukiman Yahudi di sana, serta aneksasi yang direncanakan, adalah ilegal.

Para pejabat Palestina telah mengancam untuk menghapuskan perjanjian bilateral dengan Israel jika hal itu dilanjutkan dengan aneksasi, yang selanjutnya akan merusak solusi dua negara.

Seperti Turki dan sebagian besar komunitas internasional, UE juga tidak mengakui kedaulatan Israel atas wilayah yang didudukinya sejak 1967.(Anadolu Agency)

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved