Breaking News:

Pengelola Karaoke Masuk Pesantren

Dua wanita pengelola karaoke yang diamankan petugas Satpol PP/WH Aceh Tamiang akan menjalani sanksi pembinaan di pesantren

Dok Satpol PP/WH
Satpol PP/WH Aceh Tamiang mengamankan amplifier dari kafe yang menyediakan karaoke tak berizin. Dua pengelola kafe itu akan dikirim ke pesantren untuk.menjalani sanksi pembinaan. 

* Sanksi Pembinaan dari Satpol PP/WH Aceh Tamiang

KUALASIMPANG - Dua wanita pengelola karaoke yang diamankan petugas Satpol PP/WH Aceh Tamiang akan menjalani sanksi pembinaan di pesantren selama lima hari. Kedua wanita ini, P (41) warga Sukaramai I, Seruway dan M (40) penduduk Seumadam, Kejuruanmuda diamankan petugas atas dugaan pelanggaran surat edaran Bupati Aceh Tamiang tentang operasional hiburan karaoke.

Selain melanggar jam operasional yang dibatasi hingga pukul 18.00 WIB, keduanya juga tidak memiliki izin usaha tersebut. “Dari hasil pemeriksaan, keduanya tidak memiliki izin usaha, sehingga jelas-jelas melanggar surat edaran bupati,” kata Kabid Penegakan Syariat Islam Satpol PP/WH Aceh Tamiang, Syahrir Pua Lapu, Rabu (24/6).

Syahrir menambahkan dalam kasus ini kedua pelaku akan dijatuhi sanksi berupa pembinaan di pesantren selama lima hari. Diharapkan melalui metode pembinaan ini, kedua pelaku mendapat suntikan baru tentang syariat Islam, khususnya yang sudah diatur dalam Qanun maupun dalam bentuk surat edaran.

Diketahui keduanya diamankan petugas dalam sebuah penggerebekan di kafe yang menyediakan layanan hiburan karaoke pada Selasa (23/6) malam. Penggerebekan diawali laporan warga yang terusik dengan aktivitas kedua kafe itu karena kerap menghidupkan musik dengan volume tinggi.

Posisi kedua kafe yang saling berdekatan membuat kebisingan yang ditimbulkan semakin mengganggu warga setempat.

Awalnya kata Syahrir warga mencoba memaklumi aktivitas kedua kafe itu dan hanya sesekali memberi peringatan. Namun karena pengelola kafe tidak pernah menggubris, kasus ini pun diteruskan warga ke Satpol PP/WH.

“Ternyata benar, ketika kami datang kedua kafe itu sedang melayani pengunjung dengan volume musik yang sangat tinggi, sangat bising,” kata Syahrir, Rabu (24/6/2020).

Syahrir menambahkan kedua pemilik kafe itu tidak memiliki izin menjalankan usaha karaoke, sehingga langsung diamankan untuk dimintai keterangan.

Keduanya terindikasi melanggar poin surat edaran Bupati Aceh Tamiang Nomor 180/5320 tentang Pelaksanaan Syariat Islam. Pada poin 1C dijelaskan masyarakat umum, pemilik kafe, restoran, rumah makan, hotel dilarang mengadakan keyboar, band, karaoke dan sejenisnya tanpa izin dari pohak berwenang.

“Bukan tidak boleh, tapi ada syarat yang harus dipenuhi bila ingin menyediakan fasilitas karaoke. Selain izin, operasionalnya juga dibatasi sampai pukul 18.00 WIB,” terang Syahrir.(mad)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved