Breaking News:

Berita Banda Aceh

Pengelola Wisata di Aceh Harus Sediakan Wastafel

Pada masa pendemi Covid-19 atau virus corona saat ini, maka pengelola wisata harus menyediakan fasilitas untuk cuci tangan atau wastafel

Kolase Serambinews.com
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin SE MSi AK menjadi narasumber dalam Podcast Serambi (Interactive Virtual Discussion Program) dengan tema “Persiapan Industri Pariwisata Aceh Menghadapi New Normal: Harapan dan Tantangan?”. Program ini disiarkan langsung melalui Radio Serambi FM 90.2 MHz, yang dipandu Host, Pemimpin Redaksi Harian Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur, Kamis (25/6/2020) 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pada masa pendemi Covid-19 atau virus corona saat ini, maka pengelola wisata harus menyediakan fasilitas untuk cuci tangan atau wastafel. 

“Itu harus disediakan pengelola. Kemudian harus memastikan kamar mandi atau toilet berfungsi dengan baik,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin SE MSi AK saat menjadi narasumber dalam Podcast Serambi (Interactive Virtual Discussion Program) dengan tema “Persiapan Industri Pariwisata Aceh Menghadapi New Normal: Harapan dan Tantangan?”.

Program ini disiarkan langsung melalui Radio Serambi FM 90.2 MHz, yang dipandu Host, Pemimpin Redaksi Harian Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur, Kamis (25/6/2020).

India Tegaskan Tidak Akan Ubah Status Quo Lembah Galwan, Tentara Siap Mengawal

Dalam kesempatan itu, Jamaluddin juga menyampaikan pekerja ataupun SDM pariwisata harus dipastikan dapat memahami cara melindungi diri dari penularan Covid-19, serta menyediakan alat pengukur suhu tubuh.

“Itu beberapa yang harus disediakan oleh pengelola. Intinya kita harus bisa menjamin kebersihan di tempat-tempat wisata tersebut,” katanya.

Daftar Khatib Jumat 26 Juni 2020 di Masjid Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Bireuen

Selain itu, bagi pengunjung juga sudah diatur yaitu harus menggunakan masker, memastikan mengunjungi tempat wisata dalam keadaan sehat wal afiat.

“Itu merupakan beberapa hal keputusan Menteri Kesehatan yang saya bacakan tadi. Harapan kami kepada pelaku pariwisata mengikuti aturan protokol kesehatan Covid-19,” sebutnya.

Dikatakan, keputusan Menteri Kesehatan tersebut sangat komprehensif dalam mengatur.

Termasuk mengatur lokasi daya tarik wisata, tempat-tempat wisata, dan ada kewajiban bagi pengelola serta juga bagi pengunjung yang harus dipatuhi secara bersama-sama.

Halaman
12
Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved