Aceh Besar Perketat Pengawasan Bagi Pendatang

Dalam beberapa hari terakhir penyebaran Covid-19 di Aceh meningkat drastis, termasuk di Aceh Besar, dengan kembali

For Serambinews.com
Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali. 

* Setelah Kasus Positif Covid-19 Bertambah

JANTHO - Dalam beberapa hari terakhir penyebaran Covid-19 di Aceh meningkat drastis, termasuk di Aceh Besar, dengan kembali muncul warga yang positif.

Menanggapi semakin meningkatnya angka positif, Pem­kab Aceh Besar pun langsung melakukan peningkatan antisipasi. Pengawasan terhadap tamu yang datang dari luar kabupaten diper­ketat. Terutama bagi warga yang datang dari wilayah terjangkit atau zona merah.

Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali mengatakan, dengan semakin meningkatkan angka positif, menjadikan Aceh Besar sebagai kabupaten dengan jumlah orang terjangkit terbanyak di Aceh. Kondisi itu berawal dari adanya kun­jungan seorang warga dari Binjai, Sumatera Utara, yang ternyata posi­tif dan menularkan kepada warga lainnya.

Oleh karena itu, untuk mence­gah supaya penularan Covid-19 di Aceh Besar tidak terus menyebar, pihaknya akan kembali memperketat pengawasan terhadap setiap tamu dan warga yang kembali dari luar daerah.

“Kita sudah panggil Camat dan Keuchik semua untuk memperketat pengawasan orang masuk, sebab penambahan karena pendatang dari Binjai, sehingga menular kepada keluarga dan tetangganya,” ujar Mawardi Ali, Jumat, (26/6/2020).

Ia menegaskan, mulai saat ini, setiap pendatang maupun war­ga Aceh Besar yang pulang dari daerah luar Aceh harus membuat laporan serta melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Jika warga tersebut tidak mengisolasi diri secara mandiri, maka akan dilakukan karantina oleh pemerintah di kecamatan wilayah bersangkutan.

“Apalagi sekarang di keca­matan sudah ada ruang isolasi, kesadaran warga itu yang sangt perlu ditingkatkan, untuk melapor,” ujarnya.

Setelah terjadi peningkatan kasus, Satgas Covid-19 gampong sudah diaktifkan kembali guna mengawasi setiap orang masuk. “Kita perlu fokus titiknya di gam­pong-gampong. Karena yang lebih mengetahui tentang riwayat perjalanan masyarakat adalah warga gampong itu sendiri,” tutur Iskandar.

Seperti diketahui, jumlah kasus positif Covid-19 Aceh terus bertambah setiap harinya, hingga laporan terakhir tim Gugus Tugas Provinsi Aceh, Jumat 26 Juni 2020, total orang positif virus corona di Aceh sudah mencapai angka 66 orang. (HAB/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved