Breaking News:

Alasan Konflik Timur Tengah Belum Reda, Militer AS Tak Akan Henti Perangi 7 Negara Ini

Berdasarkan laporan perang Gedung Putih terbaru, militer AS secara resmi berperang di tujuh negara.

Tentara Amerika Serikat (Zimbio) 

SERAMBINEWS.COM - Aktifitas militer Amerika Serikat seakan tak pernah berhenti diberitakan media.

Bahkan konfliknya dengan Timur Tengah hingga saat ini masih belum redam.

Berdasarkan laporan perang Gedung Putih terbaru, militer AS secara resmi berperang di tujuh negara.

Dikenal secara resmi sebagai "Laporan tentang Kerangka Kerja Hukum dan Kebijakan yang Memandu Angkatan Bersenjata Amerika Serikat dan Operasi Keamanan Nasional Terkait," bagian yang tidak diklasifikasi menandai Afghanistan, Irak, Suriah, Yaman, Somalia, Libya, dan Niger.

Semua negara-negara itu di bawah panji otoritas perang yang sama yang diberikan dalam Otorisasi 2002 untuk Penggunaan Kekuatan Militer guna memerangi gerilyawan yang ada hubungannya dengan Al-Qaeda.

Kelompok-kelompok yang diperangi militer AS : AQ , ISIS , Houthi di Yaman, Taliban, jaringan Haqqani, rezim Assad (dengan serangan rudal jelajah April 2017), al-Shabab, dan "elemen (di Niger) dinilai sebagai bagian dari ISIS."

Detik-detik Mapolres Ogan Komering Ilir Diserang, Pelaku Tewas Ditembak, Seorang Polisi Terluka

Kemenag Ajukan Anggaran Pengadaan VPN: Bukan untuk Mengakses Situs Porno

Cerita Pilu ABG Dijadikan PSK, Difoto lalu Dipasarkan Lewat Aplikasi MiChat, Tarifnya Rp 400 Ribu

AUMF 2002 “tidak mengandung batasan geografis di mana kekuatan resmi dapat digunakan ... untuk mempertahankan keamanan nasional Amerika Serikat.”

Sehingga semua konflik ini legal.

Dalam laporan juga mengkonfirmasi “bahwa AS adalah berbagi intel dengan Saudi atas kampanye pengeboman di Yaman."

"Meskipun AS pejabat militer terus menyangkal bahwa mereka melakukannya."

Halaman
12
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved