Berita Luar Negeri

Diboikot Iklan Karena Tak Mampu Atasi Ujaran Kebencian, Kekayaan Bos Facebook Turun Satu Peringkat

Akibatnya, harta kekayaan bos Facebook, Mark Zuckerberg, anjok 7 miliar dolar AS atau setara Rp 100 triliun.

CNBC
CEO Facebook, Mark Zuckerberg 

"Kami menghentikan iklan kami sampai Facebook bisa membuat solusi yang bisa diterima dan membuat kita nyaman," kata Verizon, Jumat. Verizon saat ini merupakan perusahaan terbesar yang ikut memboikot Facebook.

Kelompok pembela hak asasi manusia di AS mengadakan kampanye "Stop Hate for Profit", mereka mengajak berbagai perusahaan untuk memprotes Facebook, sebagai jejaring sosial terbesar dunia, karena tidak cukup menangani ujaran kebencian, kekerasan, dan misinformasi.

Merek perlengkapan mendaki gunung The North Face dan Patagonia juga menarik iklan mereka di Facebook. Patagonia menyatakan mereka menarik iklan di Facebook dan Instagram paling lambat akhir Juli.

Es krim Ben & Jerry's juga menghentikan seluruh iklan berbayar di Facebook dan Instagram mulai 1 Juli. Sedang Facebook mengatakan, mereka sedang berdiskusi dengan kelompok pembela HAM.

"Kami menghormati keputusan mereka dan tetap fokus pada pekerjaan penting menghapus ujaran kebencian dan memberikan informasi penting tentang pemungutan suara," kata Wakil Direktur Bisnis Global di Facebook, Carolym Everson.

Batasi iklan

Perusahaan Procter & Gamble Co, satu di antara pengiklan terbesar di Facebook, menyatakan mereka sedang meninjau platform iklan dan menghentikan belanja jika terdapat konten berisi kebencian.

Menghadapi kondisi itu Facebook menetapkan batasan baru pada konten iklan yang mengandung kebencian dan melarang iklan yang mendorong perpecahan rasial. Secara khusus, kebijakan baru ini akan melarang klaim atas orang-orang dari ras, etnis, kebangsaan, agama, kasta, orientasi seksual, gender atau status imigrasi tertentu.

Ini Daerah di Indonesia dengan Rasio Kematian Covid-19 Tertinggi, Jawa Timur Dekati DKI Jakarta


Kebijakan ini juga akan membatasi iklan yang menyatakan penghinaan bagi imigran atau pengungsi. Perlu dicatat, pembatasan baru tersebut hanya berlaku untuk iklan, dan bukan postingan tanpa promosi berbayar.

"Facebook tetap memberikan suara kepada orang-orang, dan itu berarti orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki banyak suara, atau kekuatan untuk berbagi pengalaman mereka sendiri," ujar Mark Zuckerberg.

Halaman
123
Editor: Said Kamaruzzaman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved