Ekonomi Rakyat Tetap Utama di Tengah Pandemi

Meskipun pandemi covid-19 hingga saat ini masih menjangkiti Aceh, khususnya Aceh Besar. Namun perekonomi­an masyarakat sudah mulai

For. Serambinews.com
Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali. 

JANTHO – Meskipun pandemi covid-19 hingga saat ini masih menjangkiti Aceh, khususnya Aceh Besar. Namun perekonomi­an masyarakat sudah mulai ban­gkit dan menggeliat kembali.

Berbeda dengan daerah lain­nya, saat ini pasar-pasar di kabu­paten tersebut mulai kembali disi­bukkan dengan aktivitas ekonomi. Bahkan tempat wisata juga sudah kembali dibuka secara terbatas. Warga sudah diizinkan berkun­jung, namun belum diperbolehkan adanya kegiatan atraksi.

Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali menyampaikan, pan­demi Covid-19 memang telah memberi dampak besar terhadap tiga sektor di Aceh Besar, yaitu kesehatan, sosial, dan pereko­mian. Pemkab Aceh Besar pun su­dah melakukan langkah-langkah tepat untuk pemulihan tiga sektor tersebut.

Saat ini, salah satu sek­tor yang kembali pulih adalah ekonomi, dengan kembali meng­geliatnya aktivitas masyarakat, setelah sebelumnya sempat terpu­ruk pada awal-awal pandemi lalu.

“Berdasarkan statistik secara nasional, kita masih bisa tumbuh ekonominya,” ujar Ketua PMI Aceh Besar ini.

Dikatakan Mawardi Ali, penyebab ekonomi Aceh Besar bisa bangkit di tengah pandemi karena banyak masyarakat Aceh Besar yang kegiatan ekonominya bergerak di sektor riil. Misalnya, bidang pertanian, perikanan, perda­gangan, dan kelautan.

Salah satu langkah tepat yang diambil yaitu dengan menggalak­kan Program Musim Tanam Gadu, dengan luas areal tanam seluas 5,5 ribu hektar. Ditambahkan program provinsi 500 hektar, sehingga saat ini 6 ribu hektar sawah Aceh Besar sedang mulai penanaman.

Pemkab dengan mengandeng pihak TNI-AD melakukan stimu­lis dengan memberikan benih dan bajak secara gratis. Sehingga ban­yak petani yang kembali turun ke sawah. Dengan luas areal tersebut, Aceh Besar telah mam­pu surplus pangan, bahkan bisa menopang kebutuhan gabah untuk wilayah tetangganya.

Meskipun bupati tidak menampik, saat ini sektor trans­portasi dan pariwisata di wilayahn­ya masih terpuruk. Namun bupati sudah melakukan langkah untuk menghidupkan lagi sektor itu, den­gan kembali memperbolehkan di­bukanya tempat wisata, meskipun dengan pengunjung terbatas, yaitu khusus untuk warga Aceh. (HAB/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved