Breaking News:

Inilah Camp Bucca, Penjara Milik AS di Irak yang Melahirkan Para Teroris Kejam di Dunia

Camp Bucca adalah fasilitas penahanan yang dikelola oleh militer AS di sekitar Umm Qasr, Irak, yang kini telah ditutup.

TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi Teroris 

Selain Baghdadi, pemimpin nomor dua Abu Muslim al-Turkmani, serta pemimpin militer senior Haji Bakr, dan pemimpin pejuang asing Abu Qasim juga dipenjara di sana, kata Soufan.

Detik-detik Mapolres Ogan Komering Ilir Diserang, Pelaku Tewas Ditembak, Seorang Polisi Terluka

Kemenag Ajukan Anggaran Pengadaan VPN: Bukan untuk Mengakses Situs Porno

Rahasia Umum? Ternyata AS Secara Resmi Bangun Basis Militer dan Berperang di 7 Negara Ini

Meskipun kemungkinan orang-orang itu menjadi ekstremis ketika mereka memasuki Bucca, Soufan menambahkan, mereka sudah pasti menjadi ekstremis ketika meninggalkan penjara.

"Sebelum penahanan mereka, al-Baghdadi dan lainnya adalah para radikal, berniat menyerang Amerika," tulis veteran militer Andrew Thompson dan akademisi Jeremi Suri di New York Times.

“Waktu mereka di penjara (digunakan) memperdalam ekstremisme mereka dan memberi mereka kesempatan untuk memperluas pengikut mereka."

"Penjara menjadi universitas teroris virtual: radikal yang keras adalah profesor, tahanan lainnya adalah mahasiswa, dan otoritas penjara memainkan peran sebagai penjaga yang tidak hadir.”

Ada skenario yang telah lama membingungkan penegak hukum tentang bagaimana menindak ekstremisme tanpa menciptakan lebih banyak anggotanya?

Karena, bukanlah hal yang baru bahwa penjara adalah kumpulan ekstremisme eksplosif yang menunggu percikan.

Berawal dari Medsos, Dua Keluarga Cacat di Aceh Utara Dapat Bantuan dari Kapolres Lhokseumawe

Di Camp Bucca, percikan semacam itu tak ada kurangnya, seperti saat Baghdadi masuk di sana, mantan komandan penjara James Skylar Gerrond mengingat banyak di antara.

"Re: Baghdadi," tulis James di Twitter pada bulan Juli 2014, "Banyak dari kita di Camp Bucca khawatir bahwa alih-alih hanya menahan tahanan, kami telah menciptakan kompor tekanan untuk ekstremisme."

James bekerja di penjara antara 2006 dan 2007, ketika itu dipenuhi dengan puluhan ribu radikal, termasuk Baghdadi.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved