Breaking News:

Inilah Camp Bucca, Penjara Milik AS di Irak yang Melahirkan Para Teroris Kejam di Dunia

Camp Bucca adalah fasilitas penahanan yang dikelola oleh militer AS di sekitar Umm Qasr, Irak, yang kini telah ditutup.

TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi Teroris 

Sebuah situs The New Worth Celebrity, kemudian melaporkan soal kekayaan yang dimiliki ISIS sekitar 2 milliar Dollar As (Sekitar Rp28 triliun).

Lalu dari manakah mereka memperoleh uang sebanyak itu?

Rupanya jumlah tersebut adalah hasil dari penjualaan minyak mentah yang menghasilkan 1,5 Juta Dollar AS (sekitar Rp2 milliar).

Namun masih banyak sumber penghasilan lain yang membuat mereka kaya raya.

Mereka mengumpulkan 20 % pajak penghasilan atas lebih dari 10 juta penduduk, 40 persen kendali produksi gandum Irak, dan hampir 46 juta Dollar AS (Rp 640 milliar) untuk tebusan dari kasus penculikan setiap tahun.

Mungkin banyak sumber penghasilan mereka, tetapi minyak adalah sumber pendapatan utama kelompok teroris ini.

ISIS mengendalikan 10 ladang minyak melalui Irak dan Suriah. Kedua wilayah ini dijuluki oleh kelompok militan ini 'Black Gold.'

Minyak tentu diperlukan oleh warga sipil yang tinggal di wilayah ISIS, dan juga bahan bakar mesin perang.

Kelompok ini menjual sekitar 34.000 hingga 40.000 barel minyak mentah setiap hari kepada para pedagang independen, dan masuk ke pasar gelap yang memberi mereka lebih dari 1,5 juta per hari (Rp2 milliar).

Organisasi ini juga bertindak seperti mafia yang mengumpulkan pajak dari berbagai barang komersial seperti truk dan menara pemancar, menurut Ahram.

Bahkan mereka memiliki otoritas pajaknya pada beberapa toko dan setiap tokonya membayar 20 Dollar AS sekitar Rp200 ribu untuk utilitas dan keamanan.

Ketika militan ISIS terus menguasai bagian-bagian di Suriah dan Irak, daerah-daerah yang kaya akan sejarah ini telah memacu pasar gelap untuk pedagangan artefak kuno.

Hal inilah yang dilaporkan telah dimanfaatkan oleh ISIS.

Seorang pejabat intelijen senior bahwa ISIS telah menggunakan barang antik yang dijarah sebagai sumber pendapatan ketika anggotanya mulai bergerak ke Suriah timur pada akhir 2012, namun tak disebutkan berapa angka penjualan tersebut.

Namun, dari praktik-praktik tersebut ISIS telah mendatangkan 12 Dollar As per bulan (Rp168 Milliar) dan 1-3 Juta Dollar As per hari (Rp14-42 Millar).

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Cerita Tentang Camp Bucca, Penjara Milik AS di Irak yang Melahirkan Para Teroris Kejam di Dunia

Editor: Amirullah
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved