Berita Aceh Barat

Pembangunan Tiga Unit Jembatan Rangka Baja di Aceh Barat Ditunda Akibat Corona

Lokasi pembangunan jembatan yang tertunda antara lain di Desa Babah Krueng-Manggi di Kecamatan Panton Reu, seluas 2X50 meter dengan anggaran 7 M.

Serambinews.com
Dr Kurdi, Kepala PUPR Aceh Barat 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menunda pembangunan tiga unit jembatan rangka baja tahun 2020 di daerah tersebut, akibat Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) yang melanda semua negara di dunia.

Tertundanya pembangunan  tiga unit jembatan rangka baja tersebut nantinya akan diusulkan kembali pada tahun 2021 mendatang, untuk kepentingan akses warga di sejumlah kecamatan di Aceh Barat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat Dr Kurdi kepada Serambi, Minggu (28/6/2020) mengatakan, tiga titik lokasi pembangunan jembatan rangka baja di Desa Babah Krueng-Manggi di Kecamatan Panton Reu, dengan luas bentangnya 2 X 50 meter dengan total pagu Rp 7 miliar.

Berikut jembatan rangka baja di lintas Lango-Lawet di Kecamatan Pante Ceureumen, dengan anggaran sekitar Rp 6 miliar yang keduanya ini berasal dari dana APBK.

Sementara jembatan rangka baja yang direncanakan di bangun di lintas Gaseu-Sipot di Kecamatan Sungai Mas, juga dilakukan penundaan dengan sumber anggaran dari DOK, dengan kebutuhan anggaran jembatan ini mencapai Rp 18 miliar.

Hasil Uji Calon Vaksin Corona Menjanjikan, China National Biotec Akan Tes Fase 3 di Uni Emirat Arab

Warga Positif Covid-19 di Aceh Barat Kembali Dites Swab di Depok, Ini Hasilnya

Diboikot Iklan Karena Tak Mampu Atasi Ujaran Kebencian, Kekayaan Bos Facebook Turun Satu Peringkat

Disebutkan, untuk kelanjutan jembatan rangka baja di lintas Gaseu-Sipot diharapkan bisa menggunakan dana Silpa DOK tahun 2019 yang tidak terealisasi.

Ia menambahkan, ketiga unit jembatan rangka baja yang ditunda tersebut, akan diusulkan kembali pada tahun 2021 mendatang.

Penundaan pembangunan tiga unit jembatan tersebut karena dihadapkan dengan persoalan wabah Covid-19, yang lebih penting untuk dilakukan oleh pemerintah yang menjadi fokus saat ini, sehingga ada pembangunan fisik yang harus ditunda dulu.

Penanganan Covid-19 tersebut juga sangat penting karena menyangkut dengan keselamatan orang banyak dari ancaman serangan virus corona, sehingga harus dilakukan antisipasi sesuai dengan anjuran protokoler kesehatan dengan serius.(*)

Anda Mau Ganti Nama? Begini Syarat dan Prosedur Hukumnya

Diboikot Iklan Karena Tak Mampu Atasi Ujaran Kebencian, Kekayaan Bos Facebook Turun Satu Peringkat

Pemerintah Ancam Cabut Izin Bila Kegiatan Usaha Langgar Protokoler Kesehatan

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved