Breaking News:

Berita Aceh Singkil

Sempat Sepi Pembeli Akibat Corona, Kini Permintaan Lokan Singkil dari Nias Meningkat

Dampak ekonomi fase new normal mulai dirasakan pencari lokan (kerang sungai) di Aceh Singkil.

SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Penjual lokan di pinggir jalan Singkil-Singkil Utara, kawasan Desa Gosong Telaga Barat, Singkil Utara, Kamis (18/6/2020). 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERMABINEWS.COM, SINGKIL - Dampak ekonomi fase new normal mulai dirasakan pencari lokan (kerang sungai) di Aceh Singkil.

Setelah sempat sepi pembeli, lokan yang dicari di sungai tempat buaya bersarang itu, kembali kebanjiran pemesan dari Nias, Sumatera Utara.

Nias selama ini merupakan pasar utama lokan Aceh Singkil.

"Sempat sepi pembeli karena Corona, sekarang sudah ramai lagi," kata Nurasiah alias Inang pencari sekaligus penjual lokan di pinggir jalan Singkil-Singkil Utara kawasan Desa Gosong Telaga Barat, Singkil Utara, Minggu (28/6/2020).

Viral Pria Angkat Sawit Sampai Badan Bergetar dan Mengigil, Tuai Pujian Warganet

Menurutnya permintaan lokan dari Nias, terdampak pandemi Covid-19, lantaran pasar sepi pembeli.

Sekarang justru pencari lokan kewalahan penuhi permintaan saat fase new normal.

Kembali normalnya permintaan lokan dari Nias, terjadi pekan ini. Biasanya warga mengirim lokan ke Nias, setelah dikupas.

Lokan yang merupakan kuliner khas Aceh Singkil, dijual Rp 30 ribu per kilo atau per 100 biji.

Penjual lokan gratiskan ongkos kupas, sehingga pembeli tinggal memasak saja.

Warga biasanya mencari sendiri lokan ke sungai dengan cara menyelam. Setelah terkumpul lalu dijajakan depan rumah.

Mencari lokan merupakan mata pencaharian utama masyarakat pinggir sungai.(*)

Begini Rumah Warga Miskin di Paya Reuhat Bireuen, Warga Sepakat Bangun Pakai Dana Desa

Penulis: Dede Rosadi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved