Transportasi

Arus Transportasi Gayo Lues-Aceh Timur Masih Lumpuh Pasca Jembatan Hanyut Dihantam Banjir

Namun warga dan pengendara masih belum berani melintas dan melewati ruas jalan tersebut.

Foto: Eje Toko Warga Lokop
Ruas jalan Kecamatan Serbajadi Lokop, Aceh Timur, dengan Kecamatan Pinding, Gayo Lues, kembali lumpuh karena ditutupi longsor yang terjadi Selasa (16/6/2020) malam. 

Laporan Rasidan I Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Lintasan dari Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues (Galus) menghubungkan Lokop Serba Jadi Kabupaten Aceh Timur masih lumpuh total setelah jembatan penghubung diruas jalan itu hanyut dihantam banjir.

Bahkan di beberapa titik badan jalan juga amblas dan tertimbun longsor, sehingga menyebabkan arus transportasi putus total.

Berdasarkan informasi yang diterima Serambinews.com, Selasa (30/6/2020) arus transportasi yang beroperasi dari Blangkejeren tujuan Aceh Timur dan Langsa hingga Kuala Simpang Aceh Tamiang itu belum beroperasi.

Dilaporkan, hingga saat belum ada angkutan umum maupun kendaraan pribadi yang melintas dari Blangkejeren tujuan Kabupaten tetangga atau sebaliknya melalui jalur Pining Lokop Serba Jadi meskipun dilaporkan sejumlah penguna sepeda motor sudah dipasang jembatan darurat dari kayu untuk sementara waktu.

Namun warga dan pengendara masih belum berani melintas dan melewati ruas jalan tersebut.

"Arus transportasi darat dari Gayo Lues ke Aceh Timur masih mengalami lumpuh, setelah salah satu jembatan penghubung diruas jalan itu hanyut dihantam banjir beberapa waktu lalu, begitu juga dengan badan jalannya mengalami amblas dan tertimbun longsor belum ditangani," kata Sa Muim dibenarkan sejumlah warga Pining kepada Serambinews.com, Selasa (30/6/2020).

Seratusan CJH Lhokseumawe Sudah Ambil Kembali Paspor ke Kemenag Setempat

Pengungsi Rohingya akan Direlokasi ke BLK kawasan Kandang Lhokseumawe, Ini Alasannya

Mulai Besok Disdukcapil Lhokseumawe Cetak Akte Perkawinan Pakai Kertas HVS

Menurut warga Pining tersebut, Lokop Serba Jadi kabupaten Aceh Timur tersebut berbatasan dengan Kecamatan Pining Kabupaten Galus, bahkan selama ini trayek atau angkutan umum untuk penumpang jenis L300 dari Galus ke Aceh Timur dan Langsa hingga Kuala Simpang beroperasi setiap hari.

Namun dalam beberapa minggu terakhir ini, angkutan umum memilih tidak beroperasi setelah kejadian jembatan hanyut dihantam banjir dan longsor.

"Selain angkutan umum yang rutin melintas di ruas jalan tersebut selama ini, bahkan banyak juga kendaraan pribadi yang lalu lalang melintasi jalur tersebut dengan tujuan dari Galus ke Medan dan Aceh Timur maupun sebaliknya, namun untuk saat ini lintasan itu sudah sangat sepi," sebutnya.(*)

Penulis: Rasidan
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved