Jumat, 5 Juni 2026

Luar Negeri

Kasus Virus Corona Arab Saudi Sudah Diatas 190.000 Orang

Kasus virus Corona Arab Saudi terus meningkat dalam beberapa hari terakhir ini. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi, Selasa (30/6/2020) malam

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/FAYEZ NURELDINE
Warga memilih barang di sebuah toko permata di pusat pasar Taiba, Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, Senin (29/6/2020). 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kasus virus Corona Arab Saudi terus meningkat dalam beberapa hari terakhir ini.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi, Selasa (30/6/2020) malam mengumumkan kasus baru virus Corona sebanyak 4.387orang.

Dengan penambahan kasus baru tersebut, maka jumlah total warga Arab Saudi yang terpapar virus Corona sudah di atas angka 190.000 orang.

Atau tepatnya sudah berjumlah 190.823 orang sampai Selasa (30/6/2020) malam.

Kemenkes Arab Saudi juga melaporkan pasien virus Corona yang sembuh sebanyak 3.648 orang.

Sehingga jumlah total orang yang pulih dari virus Corona sebanyak 130.766 orang.

Tetapi, jumlah pasien virus Corona Arab Saudi yang masih dalam perawatan sebanyak 60.709 orang.

Jumlah pasien yang dirawat itu merupakan yang tertinggi selama wabah virus Corona melanda Arab Saudi.

Kemenkes Arab Saudi juga melaporkan 50 pasien virus Corona meninggal dunia.

Jumlah kematian terkait virus di Arab Saudi telah mencapai 1.649 orang.

Kasus Virus Coron Arab Saudi 183.145 Orang, Kemenkes Keluarkan Aturan Protokol Kesehatan Pekerja

Warga Arab Saudi Bangga Hadirnya Perempuan Sebagai Pengawal Kerajaan

Jazirah Arab Sambut Baik Keputusan Haji Oleh Arab Saudi

Kemenkes Arab Saudi telah merekomendasikan langkah-langkah protokol kesehatan kepada wisatawan lokal.

Khususnya untuk mencegah tertular atau menyebarkan virus Corona.

Langkah-langkah harus diambil saat bepergian, di tempat tinggal, tempat rekreasi terbuka.

Seperti pantai dan taman atau juga tempat-tempat hiburan tertutup.

Bahkan, saat berbelanja, dan di restoran serta bioskop.

Ada juga langkah-langkah yang harus diambil saat berada di perusahaan.

Kementerian menerbitkan infografis di akun Twitter-nya dan platform pendidikannya, Live Well.

Hal itu memberi tahu orang-orang untuk menghormati jarak sosial.

Atau menelepon nomor bebas pulsa jika berhubungan dengan orang-orang yang mungkin terinfeksi.

Bahkan menunjukkan gejala batuk, demam, atau sesak. nafas.

Kemenkes juga meminta semua orang untuk memakai masker di depan umum.

Mencuci tangan atau membersihkannya selama 20 detik.

Juga memperingatkan agar tidak berbagi peralatan dengan orang lain.

Berjabatan tangan, pelukan, atau menyentuh mata dan hidung.

Kemenkes menyarankan orang yabg batuk atau bersin ke siku atau menutup mulut dan hidung dengan sapu tangan dan membuangnya segera setelah itu.

Kemenkes juga menekankan menjaga jarak aman tidak kurang dari dua meter.

Dikatakan, siapapun yang memiliki gejala disarankan untuk menggunakan aplikasi Mawid untuk evaluasi diri.

Atau kunjungi salah satu dari 237 klinik yang khusus menangani kasus infeksi COVID-19.

Dapat juga melalui nomor WhatsApp 920005937 untuk informasi dan layanan kesehatan.

Mereka juga bisa mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan yang terkait dengan pandemi,

Pusat perawatan primer, pusat donor darah dan cara untuk membuat janji.

Dengan sebagian besar pembatasan kuncian dicabut di Arab Saudi, Kota Jeddah memeriksa salon kecantikan dan penata rambut wanita.

Hal itu untuk memastikan implementasi langkah-langkah pencegahan untuk memerangi penyebaran COVID-19.

Mohammed bin Ibrahim Al-Zahrani, Wakil Wali Kota Jeddah mengatakan 185 inspeksi telah dilakukan sejak salon wanita dibuka kembali.

Disebutkan, 17 diantaranya dihukum karena tidak mengikuti langkah-langkah tersebut.

Sejumlah toko tertutup telah menjalani prosedur yang diperlukan dalam persiapan untuk pembukaan kembali.

Setelah berbulan-bulan terkunci dan diberlakukan jam malam di seluruh Kerajaan, pantai Jeddah mulai menerima pengunjung lagi.

Protokol dan tindakan pencegahan telah dilakukan untuk membatasi penyebaran virus.

Warga Saudi dan ekspatriat dengan senang hati kembali ke kota.

Untuk menikmati ruang terbuka, jalan setapak dan restoran, di tengah kehadiran staf keamanan yang kuat untuk mengatur lalu lintas.

Banyak pengunjung memilih menghabiskan waktu di tepi pantai dengan berjalan atau naik sepeda.

Anak-anak dapat menikmati permainan dan atraksi yang telah disterilkan dan didesinfeksi oleh pemerintah kota untuk melindungi mereka.

Tingkat kesadaran dan tanggung jawab sosial pengunjung tercermin dalam komitmen terhadap jarak sosial.

Restoran juga mematuhi protokol pencegahan dan melayani orang sesuai dengan langkah-langkah kesehatan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved