Breaking News:

Virus Corona Serang Dunia

Korban Meninggal Covid-19 Lebih dari 500.000, WHO Sebut Pandemi Virus Corona Tidak Akan Berakhir

WHO juga menerangkan saat ini vaksin untuk Virus Corona sudah menemui kemajuan meski belum ada jaminan keberhasilan.

EPA-EFE/SALVATORE DI NOLFI
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 sebagai pandemi global EPA-EFE/SALVATORE DI NOLFI (SALVATORE DI NOLFI) 

Jacksonville, kota di Florida yang bakal menjadi venue pertemuan itu pada Agustus mendatang, mewajibkan setiap orang mengenakan masker.

 "Rasa sakit yang amat dalam"

Selain AS, negara lain yang paling parah terdampak Covid-19 adalah Brasil, yang mencatatkan 259.105 kasus dalam tujuh hari terakhir.

Pada Minggu (28/6/2020), massa baik di Negeri "Samba" maupun seluruh dunia menggelar demonstrasi menentang Presiden Jair Bolsonaro.

Sebabnya selama wabah, Bolsonaro adalah pihak yang mengabaikan betapa berbahayanya penyakit itu dengan menyebutnya "flu ringan".

Selain itu, dia juga menentang upaya negara bagian menerapkan karantina wilayah, di mana dia berkilah langkah itu bisa merusak ekonomi.

"Brasil menderita rasa sakit yang amat dalam. Sakit yang tersembunyi di tengah meningkatnya kematian karena wabah," jelas penyelenggara.

Sementara bar ditutup di Los Angeles, pub Irlandia mulai dibuka untuk pertama kalinya dalam 15 pekan terakhir di tengah upaya pemulihan yang dilakukan Eropa.

 "Guinness baik untuk Anda," jelas Mark O'Mahony, salah satu pelanggan pub di Dublin. "Tanpanya, 15 pekan terasa buruk."

Di Inggris, Perdana Menteri Boris Johnson menuturkan negaranya telah mengalami "kejutan besar" saat bersiap mengungkap paket stimulus.

Pemerintahannya sudah siap sejatinya untuk membuka membuka lagi pub, restoran, dan salon rambut di seluruh negeri pada 4 Juli.

Tapi pada Senin, sekolah dan lini usaha tak esensial di Leicester terpaksa ditutup setelah muncul penularan baru virus corona.

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Emmanuel Macron menyerukan adanya tindakan "tegas" dan "efisien" mengenai dana penyelamatan di Uni Eropa.

Jerman, yang sempat dipuji atas penanganan brilian terhadap wabah, melaporkan perpanjangan lockdown di Negara Bagian North Rhine-Westphalia.

Pelatihan Remaja Putus Sekolah Ditutup, Ini Pesan Kadis Sosial Aceh

Dinilai Meresahkan, Warga Hukum Gantung Monyet, Tindakan Mereka Dikecam dan Minta Diselidiki

Arus Transportasi Gayo Lues-Aceh Timur Masih Lumpuh Pasca Jembatan Hanyut Dihantam Banjir

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Korban Meninggal Covid-19 Lebih dari 500.000, WHO: Wabah Belum Berakhir",

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved