Polisi Petakan Pantai Rawan Kecelakaan

Kepolisian Sektor Lhoknga mengingatkan setiap warga dan pengunjung pantai wisata di kecamatan itu untuk berhati-hati

Basarnas/For Serambinews.com
Tim SAR gabungan termasuk penyelam dari Basarnas Banda Aceh menemukan korban tenggelam di Bendungan Pucok Krueng, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar pada pukul 13.10 WIB, Minggu (14/6/2020). Korban atas nama Faizun Naim (17), siswa SMA Fajar Harapan Banda Aceh meninggal dunia. 

BANDA ACEH - Kepolisian Sektor Lhoknga mengingatkan setiap warga dan pengunjung pantai wisata di kecamatan itu untuk berhati-hati, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap lokasi rawan kecelakaan laut yang terjadi selama ini dan sudah sering menelan korban jiwa.

Kepolisian memetakan ada lima lokasi wisata berupa pantai di Lhoknga, Aceh Besar, yang rawan kecelakaan laut. Pantai-pantai itu selalu ramai dikunjungi warga setiap minggunya, terutama di hari-hari libur.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Riki Kurniawan SIK MH, melalui Kapolsek Lhoknga, Ipda Mukhsin SH mengatakan, untuk mencegah korban terus berjatuhan di laut, butuh kerja sama semua, mulai pengunjung, warga setempat, hingga pedagang yang berjualan di sekitar lokasi.

Menurut mantan Kapolsek Indrapuri, Aceh Besar ini, umumnya pengunjung yang menjadi korban terseret arus selama ini didominasi warga luar Kabupaten Aceh Besar.

Artinya, pengunjung dari kabupaten lain di Aceh itu rata-rata baru pertama menuju ke lokasi, ada yang berlibur bersama keluarga maupun teman-teman sekolahan dan seusianya.

Karena ketidaktahuannya akan lokasi rawan korban terseret arus, sehingga para pengunjung dari luar Aceh itu memilih mandi di laut. "Jadi, kewajiban kita sebagai warga setempat atau pedagang di areal lokasi pantai wajib mengingatkan," pinta Ipda Mukhsin kepada Serambi, Senin (29/6/2020).

Ia pun menerangkan terhadap lokasi-lokasi pantai yang sudah dipetakan rawan kecelakaan laut tersebut sebelumnya sudah terpasang plang-plang peringatan untuk tidak mandi. Namun, satu persatu plang-plang yang dipasang oleh instansi terkait itu dicabut dan hilang.

Apa tujuan dari penghilangan plang-plang imbauan itu, menurut Mukhsin itu bagian perilaku yang tidak terpuji. Karena, tindakannya itu sudah mengancam keselamatan pengunjung pantai.

Ia pun kembali mengimbau warga serta pemilik usaha yang berjualan di area pantai-pantai wisata yang selama ini kerap menelan korban jiwa, untuk memperingatkan dan menyarankan agar pengunjung pantai untuk tidak mandi tidak terlalu jauh. "Hal yang paling penting wajib diingatkan.  Karena itu, kami minta kerja sama seluruh warga serta pedagang di lokasi pantai," pungkas Ipda Mukhsin.

Kapolsek Lhoknga, Ipda Mukhsin menerangkan, selain meminta kerja sama dari semua warga, pedagang di sekitar di area pantai rawan kecelakaan laut, pihaknya juga rutin melakukan patroli dan mendatangi pantai-pantai yang selama ini dikenal sering menelan korban jiwa.

Berikut lima lokasi yang sering memakan korban terseret arus di Kecamatan Lhoknga, masing-masing pantai wisata Babah Dua Lampuuk, di Gampong Meunasah Mesjid Lampuuk.

Lalu pantai Tebing Lampuuk Desa Meunasah Balee Lampuuk, Pantai Pasie Jalang dan Pantai Taman Tepi Laut, Desa Mon Ikeun serta tempat wisata Pucuk  Krueng, Desa Lamkruet. "Menyikapi korban terus berjatuhan setiap tahun, bahkan dalam hitungan minggu ada beberapa korban yang meninggal dunia akibat terseret arus, kami harapkan partisipasi warga dan pedagang untuk memperingatkan pengunjung untuk tidak mandi," harap Ipda Mukhsin.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved