Satu Lagi Pasien Covid-19 Meninggal, RSUZA Tambah 24 Ruang Isolasi

Satu lagi pasien Covid-19 meninggal dunia di Banda Aceh, yakni pria berinisial AI (87), warga Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh

FOTO/HUMAS SETDA ACEH
Sekretaris Daerah Aceh, dr Taqwallah MKes didampingi Direktur RSUZA, Dr dr Azharuddin dan Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif saat meresmikan ruang isolasi Pinere II RSUZA Banda Aceh, Senin (29/06/2020). 

BANDA ACEH - Satu lagi pasien Covid-19 meninggal dunia di Banda Aceh, yakni pria berinisial AI (87), warga Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. Ia mengembuskan napas terakhir pada Senin (29/6/2020) pukul 20.03 WIB di Ruang Respiratory Intensive Care Unit Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RICU RSUZA) Banda Aceh.

Informasi tentang meninggalnya AI diperoleh Serambi dari Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif di Banda Aceh, Senin malam. Sebagaimana pernah diberitakan Serambi tiga hari lalu, AI merupakan pasien rujukan dari RSU Meuraxa, Banda Aceh. Baru tiga hari dirawat di RSUZA, ia meninggal dunia.

Selain positif Corona, AI juga memiliki penyakit penyerta (komorbid) berupa stroke dan perdarahan saluran cerna bagian atas (PSCBA) dengan hipertensi serta gangguan irama jantung. Selain itu, ia juga sepsis, dalam artian mengalami infeksi menyeluruh secara sistemik. Atau dengan kata lain, aliran darah di sekujur tubuhnya sudah terinfeksi virus. "Sangat banyak komplikasinya, di samping umur pasien juga sangat tua," kata Hanif.

Dengan meninggalnya AI, berarti sudah tiga pasien Covid-19 di Aceh yang meninggal. Sebelumnya adalah AA (56), warga Aceh Utara meninggal 23 Maret dan Suk/Suh (63), warga Brandan Barat, Sumatera Utara yang berkunjung ke Aceh Besar untuk melihat anak, menantu, dan cucunya, kemudian meninggal pada Rabu (17/6/2020) siang, juga di RSUZA Banda Aceh.

Selain ada satu yang meninggal kemarin, ada juga warga Aceh yang positif Covid-19, yakni AY, perempuan, perawat di sebuah Puskesmas dalam Kabupaten Aceh Tamiang. Dengan terinfeksinya AY, berarti sudah dua perawat Puskesmas di Aceh Tamiang yang positif Corona. Seorang lagi adalah dokter umum di Puskesmas tersebut, yakni Ef (29) yang ternyata satu tempat kerja di puskesmas dengan EW, perawat yang pada Sabtu (27/6/2020) positif Covid-19.

Total perawat yang kini positif Covid-19 di Aceh sudah sepuluh. Tujuh di lingkungan RSUZA, satu di RS Bhayangkara Banda Aceh, dan dua di Aceh Tamiang. Sedangkan dokter yang terinfeksi Covid-19, satu di Aceh Tamiang dan dua lagi di RS Meuraxa Banda Aceh.

Dengan bertambahnya satu pasien positif kemarin, maka total orang yang terinfeksi Covid-19 di Aceh genap 80 orang. Dengan rincian: tiga meninggal, 25 sembuh, dan selebihnya masih  dirawat atau belum dijemput dari kediamannya untuk diisolasi dan dirawat.

Tambah ruang isolasi

Sementara itu, RSUZA Banda Aceh menambah 24 ruang isolasi yang akan digunakan untuk untuk penanganan pasien Covid-19. Penambahan ruangan isolasi itu sebagai bentuk kesiapan Pemerintah Aceh dan RSUZA dalam menangani kasus Covid-19 yang meningkat tajam dalam dua pekan terakhir.

Peresmian ruang isolasi itu dilakukan oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, yang diwakili Sekretaris Daerah Aceh, dr Taqwallah MKes, Senin, (29/6/2020). Dengan diresmikan ruang isolasi tambahan itu, kini RSUZA telah memiliki 42 ruang isolasi untuk pelayanan pasien Covid-19. Dengan rincian, 6 ruang isolasi RICU, 12 ruang isolasi Pinere 1, dan 24 ruang isolasi Pinere 2.

Dalam kesempatan itu, Sekda menyarankan pihak RSUZA agar merehab sejumlah bangunan yang tidak terpakai di area rumah sakit lama, sehingga bangunan tersebut bisa disiapkan sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan pasien Covid-19. "Pokoknya ruang direhab dulu, ke depan kita nggak tahu akan terjadi wabah apa lagi," ujar Sekda.

Selain itu, Sekda Taqwallah juga mengingatkan seluruh aparatur yang diberi amanah untuk menangani pasien Covid-19 agar tetap semangat dalam menjalankan tugasnya. Ia mengajak semua pihak untuk tabah dalam menghadapi musibah Covid-19 yang sedang melanda saat ini. "Segala kekuatan dan kemampuan yang kita miliki mari kita ikhlaskan. Kepada teman-teman yang sedang mendapat amanah, tolong dijalankan sebaik mungkin," ujar Sekda.

Hadir dalam peresmian tersebut, Direktur RSUDZA, dr Azharuddin, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif, Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani dan Wakil Direktur RSUDZA, Endang Mutiawati.

Direktur RSUZA, dr Azharuddin mengatakan,dengan penambahan 24 ruangan itu, pihaknya juga menambahkan oksigen untuk semua ruangan. "Ventilator juga bertambah enam buah," kata Azharuddin singkat.(dik/dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved