Breaking News:

Israel Rencanakan Pencaplokan Tepi Barat, Petani Palestina Cemas: Kami Kehilangan Lahan Selamanya

Petani mungkin akan dilarang menggarap lahannya atau bahkan direbut seutuhnya dari mereka.

Editor: Amirullah
AFP/HAZEM BADER
Seorang wanita yang meggendong putranya dilarang masuk ke gubuk tempatnya bertani di Area C, dekat permukiman Yahudi, Susya di selatan Hebron, Tepi Barat, Palestina, Jumat (19/6/2020). 

SERAMBINEWS.COM - Petani Palestina yang tinggal di Lembah Yordan yang diduduki pasukan Israel cemas menunggu kepastian aneksasi Israel.

Pada Rabu (1/7/2020) ini, Israel berencana mengumumkan kedaulatan atas Tepi Barat Palestina.

Namun belum ada kepastian dan bahkan menurut seorang politikus Israel, Zeev Elkin, mengatakan negaranya belum mendapat izin dari Washington untuk mencaplok wilayah ini.

Pencaplokan wilayah berpotensi menghancurkan mata pencaharian para petani ini.

Petani mungkin akan dilarang menggarap lahannya atau bahkan direbut seutuhnya dari mereka.

()

Pasukan Israel menggunakan buldoser untuk mengeluarkan karavan yang digunakan untuk fasilitas sekolah baru Palestina di Susia, Hebron di Tepi Barat. Rabu (19/02/2020)Pihak berwenang Israel mengatakan proyek sekolah campuran berada di daerah C dan Oleh karena itu diperlukan izin Israel untuk membangun pembangunan baru, menurut kepala otoritas pendidikan lokal di Yatta di Tepi Barat selatan. (HAZEM BADER/AFP) (AFP/HAZEM BADER)

Ancaman aneksasi otomatis akan menghancurkan bisnis ekspor petani yang menjadi satu-satunya sumber pendapatan di Lembah Jordan, wilayah Tepi Barat.

Lembah Jordan merupakan wilayah strategis dan subur sehingga dikenal sebagai 'keranjang roti' bagi warga Palestina.

Lembah Jordan adalah rumah dari setengah areal pertanian di Palestina, sumber pasokan makanan di Tepi Barat.

"Jika pencaplokan berlanjut, itu akan menjadi bencana bagi kami para petani di Lembah Jordan," kata Muneer Nasasri (52) kepada Al Jazeera.

"Kami bosan dengan masalah pencaplokan. Kami sangat takut dengan masa depan."

"Kami semua takut dan mengharapkan sesuatu terjadi pada 1 Juli atau 10 Juli atau 15 Juli. Apa yang bisa terjadi?" tambah Nasasri.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu rencananya akan memulai pencaplokan Tepi Barat pada 1 Juli ini.

Rencana tersebut sesuai dengan janji kampanyenya untuk memiliki seutuhnya Tepi Barat termasuk Lembah Jordan yang strategis.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved